SETIAP PETANI DI KOTA SUKABUMI AKAN DIBUATKAN KARTU TANI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seperti dijelaskan Kepala Penyuluhan DKP-PP (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, Kuswaya, setiap Petani di Kota Sukabumi, menurut rencana akan dibuatkan Kartu Tani. Hal tersebut sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI. Adapun fungsi dan kegunaan dari kartu tersebut, yakni untuk mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, dengan menunjukkan dan menggesek kartu tersebut pada setiap melakukan transaksi pupuk di toko atau di agen pupuk, serta dapat digunakan untuk membayar rekening listrik, asal berhubungan dengan pengolahan lahan pertanian, karena fungsi dan kegunaan kartu tersebut sama dengan Kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Untuk itu, kartu tersebut sangat penting dimiliki oleh para petani, baik oleh para pemilik lahan pertanian maupun oleh para penggarap lahan pertanian.

Selain itu juga dijelaskan, untuk mendapatkan kartu tersebut, setiap petani harus tercatat dan terdata di Kementerian Pertanian RI. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi setiap petani yang belum tercatat dan terdata di Kementerian Pertanian RI, harus mengajukan permohonan dengan melampirkan foto copi KTP (Kartu Tanda Penduduk). Dijelaskan pula, apabila sudah tercatat dan terdata, pihak Kementerian Pertanian RI akan menyalurkan dana ke debet Kartu Tani masing-masing, melalui Bank Mandiri. Sedangkan persyaratan lainnya yang harus dipenuhi oleh para petani yang ingin mendapatkan kartu tersebut, yakni luas lahan pertanian yang diolah maksimal 2 hektar.

Menyinggung jumlah petani di Kota Sukabumi yang sudah tercatat dan terdata di Kementerian Pertanian RI, menurut Kepala Penyuluhan DKP-PP Kota Sukabumi sudah mencapai 50 persen. Para petani tersebut, tergabung dalam kelompok tani se Kota Sukabumi. Diharapkannya, para petani tersebut semuanya bisa mendapatkan Kartu Tani dari Kementerian Pertanian RI, supaya mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Disamping itu juga dikatakan, bagi para petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani pun, bisa mengajukan permohonan kepada Kementerian Pertanian RI, untuk mendapatkan kartu tersebut, yakni untuk kategori petani non kelompok tani.

Dikatakan pula, data base petani se indonesia sudah ada di Kementerian Pertanian RI, dari mulai nama petani hingga lokasi dan luas lahan yang diolah. Bahkan untuk RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Pokok) petani pun sudah tercatat di Kementerian Pertanian RI. Selanjutnya dikatakan, untuk mendapatkan Kartu Tani ini tidak dipungut biaya alias gratis, serta tidak ada batasan usia. Yang penting, para petani tersebut harus sudah mengolah dan memiliki lahan pertanian.

Kepala Penyuluhan DKP-PP Kota Sukabumi menjelaskan, apabila ada pemohonan Kartu Tani dari petani di Kota Sukabumi, pihak DKP-PP Kota Sukabumi akan melakukan pendataan terlebih dahulu, dari mulai nama petani hingga lokasi dan luas lahan pertaniannya. Namun untuk sementara, para petani yang ingin mendapatkan kartu tersebut, hanya untuk para petani yang menggarap lahan pertanian padi saja. Dijelaskan pula, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksaan program tersebut, pihak Penyuluhan DKP-PP Kota Sukabumi akan melakukan sosialisasi kepada para petani dan kelompok tani, yang ada di setiap wilayah kecamatan dan kelurahan di Kota Sukabumi.