WALIKOTA SUKABUMI MEWANTI-WANTI KEPADA 4 PENGEMBANG PROYEK PEMBANGUNAN DI KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., meminta sekaligus mewanti-wanti kepada 4 Pengembang Proyek Pembangunan di Kota Sukabumi, yakni Pengembang Pembangunan Gedung Kampus Stikes Sukabumi Kelas H senilai Rp 6 milyar, Pengembang Pembangunan Gakin Centre RS (Rumah Sakit) Rujukan Regional RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) R. Syamsudin, S.H. senilai Rp 29,7 milyar, Pengembang Pembangunan GOR (Gelanggang Olah Raga) Remaja Merdeka Kota Sukabumi senilai Rp 22 milyar, dan Pengembang Pembangunan GK (Gedung Kesenian) Kota Sukabumi senilai Rp 9 milyar, sebab ke 4 proyek pembangunan tersebut harus selesai pada bulan Desember 2017 ini, atau masih ada waktu sekitar 4 bulan lagi.

Untuk itu, Walikota Sukabumi meminta kepada 4 Pengembang Proyek Pembangunan tersebut, agar senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas dan pekerjaannya, sesuai dengan kontrak kerja dan jadual waktu yang telah ditetapkan. Ditandaskannya, apabila hal tersebut tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan ke 4 Pengembang Proyek Pembangunan tersebut melanggar kontrak kerja dan jadual waktu yang telah disepakati, Walikota Sukabumi selaku Penanggung Jawab APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Sukabumi, tidak akan segan-segan menindak dan memberikan saksi secara tegas, sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Beda halnya dengan pihak pengembang yang memundurkan jadual waktu tahapan pembangunannya karena ada kendala teknis, dengan catatan tidak berakibat patal pada jadual waktu pelaksanaan dan pengerjaan pembangunnya, yakni tetap harus selesai selama 150 hari kerja. Kecuali hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap penyelesaian pembangunnya, serta tidak sesuai dengan kontrak kerja dan jadual waktu yang telah disepakati bersama, antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan ke 4 Pengembang Proyek Pembangunan tersebut.

Sementara Kepala Bagian Pengadaan Barjas (Barang dan Jasa) Setda Kota Sukabumi, Dr. H. Fahrur razi, AMd.LLAJ., S.IP., M.Si. menjelaskan, yang dapat melakukan penilain terhadap hasil pekerjaan ke 4 proyek pembangunan tersebut sesuai atau tidaknya dengan kontrak kerja, yakni PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang membidangi teknis pekerjaannya. Demikian pula mengenai kepastian kualitas bangunan serta jadual waktu pelaksanaan dan pengerjaannya diawasi oleh PPK, untuk memastikan pelaksanaan dan pengerjaan proyek pembangunannya berjalan lancar atau tidak. Dijelaskan pula, apabila pada akhir bulan Desember 2017 ada masalah, pihak Bagian Pengadaan Barjas Setda Kota Sukabumi akan mencari dan mengeluarkan beberapa solusi.