PEMKOT SUKABUMI LINDUNGI LAHAN PERTANIAN SUMBER PENGHIDUPAN PETANI

Reporter : Ratna Nurseha

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menetapkan 28 hektar lahan sawah milik Pemkot Sukabumi menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Selain lahan milik pemda, sebanyak 13 hektar lahan sawah milik masyarakat telah diajukan oleh pemiliknya sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH., MM., saat memberi sambutan sekaligus meluncurkan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Gerakan Tanam Padi Serentak Kota Sukabumi, di Kelurahan Jaya Mekar Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Selasa, 14 Nopember 2017.

“Program LP2B ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi lahan pertanian pangan yang merupakan sumber pekerjaan dan penghidupan para petani,” ujar Walikota.

Seiring dengan program LP2B ini, berbagai program lainnya telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani Kota Sukabumi. Diantaranya memberikan Kartu Tani Indonesia (KTI) kepada 4.340 orang petani, yang merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi pupuk. Pemerintah bekerja sama dengan pihak perbankan memberikan pinjaman dengan bunga nol rupiah untuk para petani yang memerlukan permodalan pada saat musim tanam ataupun untuk kebutuhan pertanian lainnya.

Untuk mengantisipasi gagal panen yang dialami para petani, Pemerintah memberikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Sampai dengan bulan Nopember 2017 penyerahan polis AUTP ini telah mencapai luas 412 hektar dan penyerahan klaim AUTP senilai 5.280.000 rupiah atau setara 0,88 hektar. Selain AUTP, para peternak juga mendapat polis Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Hingga saat ini telah diserahkan polis AUTS bagi 50 ekor sapi dan klaim AUTS sebesar 5 juta rupiah.

Pada kesempatan ini, Walikota juga menyerahkan penghargaan kepada para pelaku usaha rumah makan dan pasar modern yang telah berperan aktif menampung produk hasil pertanian dari kelompok tani binaan DKP3 dan produk Kawasan Agroeduwisata Cikundul (KAC), serta menyerahkan bantuan Lumbung Pangan Masyarakat dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat.