PEMERINTAH PUSAT MENERAPKAN REGULASI INDUSTRI KREATIF DAN EKONOMI KREATIF DI SEKOLAH-SEKOLAH

Reporter : ENDANG SUMARDI

Sebagaimana ditandaskan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., Pemerintah Pusat menerapkan regulasi tentang industri kreatif dan ekonomi kreatif di sekolah-sekolah, dengan jurusan perfilman dan manajemen menjadi pengusaha, yang semuanya dikolaborasikan dengan seni, budaya dan teknologi secara ter-ukur dan seimbang, salah satunya dunia perfilman. Apabila tidak terukur dan seimbang, maka semuanya akan mengalami stagnan bahkan mengalami penurunan. Ditandaskan pula, dunia perfilman dulu pernah mengalami penurunan. Namun saat ini, melalui industri kreatif dan ekonomi kreatif, dunia perfilman sudah mulai meningkat dan berkembang, serta menjadi bidikan oleh berbagai lapisan warga masyarakat, karena industri kreatif dan ekonomi kreatif dapat menciptakan kesukseskan. Penandasan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan dalam sambutan saat membuka secara resmi Malam Puncak Penganugerahan SUKMA (Sukabumi Movie Award) Tahun 2017, tepatnya tanggal 24 November 2017, di Aula SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, dengan mengambil tema, Muda Berkarya Indonesia Berjaya.

Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, yang telah membuka jurusan perfilman. Sebab dengan dibukanya jurusan tersebut, dapat menampung dan mewadahi anak-anak yang memiliki bakat dan minat dalam dunia industri kreatif dan ekonomi kreatif khususnya dunia perfilman. Selain itu, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak di Kota Sukabumi, yang telah menggeluti bidang industri kreatif dan ekonomi kreatif. Karena bidang Ini merupakan salah satu celah untuk menggapai keberhasilan, apabila dilakukan dengan baik dan profesional. Selanjutnya, Wakil Walikota Sukabumi mengucapkan selamat kepada para siswa yang berhasil meraih SUKMA seraya mengharapkan, agar keberhasilan tersebut terus ditingkatkan dan dikembangkan secara optimal, supaya dapat meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi lagi.

Diharapkan pula, dengan adanya jurusan perfilman di sekolah-sekolah, dapat memaksimalkan bibit baru penggiat industri kreatif dan ekonomi kreatif khususnya di Kota Sukabumi, supaya bisa berkreasi dan berprestasi, baik di tingkat regional maupun di tingkat nasional, sehingga ke depan Kota Sukabumi menjadi pusat perfilman nasional, dengan meningkatkan dan mengembangkan serta mengemas pembuatan film dan filmnya. Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, pada bulan Desember 2017 ini, Kota Sukabumi akan menjadi kota perfilmam di Jawa Barat. Bahkan di Taman Pemandian Air Panas Cikundul Kota Sukabumi, akan dipasang Gabak (Gambar Kamera) Besar, serta miniatur dan pendukung lainnya, untuk menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota industri kreatif dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.