JUMLAH KASUS BARU HIV-AIDS DI KOTA SUKABUMI PADA TAHUN 2017 BERTAMBAH MENJADI 133 KASUS

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., sekaligus sebagai Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, jumlah kasus baru HIV-AIDS di Kota Sukabumi pada tahun 2017, tepatnya dari bulan Januari sampai dengan awal bulan Desember 2017, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi bertambah menjadi 133 kasus. Sedangkan jumlah kasus HIV-AIDS dari tahun 2000 sampai dengan awal bulan Desember 2017 mencapai 1.229 kasus.

Diungkapkan pula, dari jumlah kasus tersebut, berdasarkan data pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit, sekitar 60 persen merupakan warga masyarakat dari luar Kota Sukabumi. Karena jumlah penderita HIV-AIDS asli warga masyarakat Kota Sukabumi hanya sekitar 40 persen. Selain itu juga diungkapkan, dari jumlah kasus baru HIV-AIDS tersebut, rata-rata dialami oleh kalangan usia produktif, yakni antara 15 sampai dengan 35 tahun, termasuk ibu hamil. Adapun faktor yang menjadi penyebab terjangkitnya penyakit tersebut, diantaranya diakibatkan hubungan seksual dan jarum suntik narkoba.

Untuk itu, KPA Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya, termasuk dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat, akan senantiasa berupaya optimal melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran bahaya HIV-AIDS, kepada segenap lapisan warga masyarakat. Karena upaya untuk menekan dan mencegah penyebaran HIV-AIDS ini, merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak.

Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan KPA Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi baru-baru ini, yakni pada momen Peringatan HAS (Hari AIDS Sedunia) Tahun 2017 tepatnya yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017, diantaranya menggelar aksi simpatik pemasangan pita merah kepada warga masyarakat yang melintas di jalan raya. Maksud dan tujuannya, untuk mengingatkan kepada warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal menghindari perilaku yang beresiko dan dapat menyebarkan HIV-AIDS. Dikatakannya, pemasangan pita tersebut, sebagai simbol kepedulian dan solidaritas terhadap masalah HIV-AIDS.

Dikatakan pula, selain menggelar aksi simpatik pemasangan pita merah kepada warga masyarakat, juga dilakukan menyebarkan pamplet berisi informasi tentang pencegahan penyebaran HIV-AIDS, sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran HIV-AIDS di semua kalangan warga masyarakat.