PERINGATAN HAS TAHUN 2017 AGAR JADIKAN MOMENTUM GERAKAN MASYARAKAT

Reporter : ENDANG SUMARDI

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., sekaligus sebagai Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi mengharapkan, Peringatan HAS (Hari AIDS Sedunia) Tahun 2017 Tingkat Kota Sukabumi, agar jadikan momentum gerakan masyarakat, untuk bersama-sama peduli terhadap HIV-AIDS, serta memahami pentingnya melakukan test HIV sedini mungkin, supaya status HIV dapat segera diketahui dan segera mendapat pengobatan ARV, bagi masyarakat yang sudah terdiagnosa HIV-AIDS. Selain itu, masyarakat juga agar merubah paradigma dan pandangan terhadap HIV-AIDS, dari penyakit mematikan dan tidak dapat disembuhkan menjadi penyakit kronis yang dapat dikelola dan ada obatnya. Harapan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan saat membuka secara resmi Workshop HIV Fast Track, sebagai salah satu rangkaian Peringatan HAS Tahun 2017 Tingkat Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 20 Desember 2017, di Gedung Widya Wiratama Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi.

Dikatakannya, pengobatan ARV secara rutin, dapat menjaga ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) tetap sehat dan produktif, serta dapat mencegah penularan baru, sebagai salah satu upaya strategis dalam menekan epidemik HIV-AIDS. Dikatakan pula, jalur cepat atau Fast Track TOP 90-90-90 : STOP Epidemi AIDS yang diluncurkan oleh Kemenkes (Kementerian Kesehatan) RI Tahun 2017 ini, merupakan kelanjutan dari Gerakan TOP (Temukan orang dengan HIV-AIDS, Obati dan Pertahankan pengobatan minum ARV-nya). Adapun yang dimaksud dengan 90-90-90, yakni 90 persen populasi kunci mengetahui status HIV, 90 persen orang dengan HIV-AIDS minum obat ARV, dan 90 persen ODHA yang minum obat ARV dengan patuh, sehingga terjadi supresi virus atau penurunan jumlah virus.

Lebih jauh Wakil Walikota Sukabumi mengatakan, kasus baru HIV-AIDS di Kota Sukabumi sampai dengan akhir  bulan November 2017 mencapai 143 kasus. Sedangkan secara kumulatif sudah mencapai 1.235 kasus, dan yang tertinggi pada kelompok hetero seksual, disusul LSL (Laki Suka Laki) dan pasangan Risti (Risiko Tinggi), serta yang mengakses ARV hanya 50 persen. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya komitmen bersama dari semua pihak, untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap HIV-AIDS, agar upaya eliminasi terhadap HIV-ADIS Tahun 2030 dapat terwujud.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan Wakil Kepala RS (Rumah Sakit) Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, meresmikan Ruang Flamboyan RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, yang dikhususkan untuk menanggulangi, merawat dan mengobati masyarakat yang tertular HIV-AIDS.