WILAYAH KOTA SUKABUMI DINYATAKAN SEBAGAI KLB DIFTERI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Setelah sebelumnya wilayah Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) Difteri, kini giliran wilayah Kota Sukabumi dinyatakan sebagai KLB Difteri. Untuk itu, Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, agar segera melaksanakan imunisasi massal atau ORI (Outbreak Response Immunization), kepada seluruh warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya kepada anak usia 1 sampai dengan 19 tahun, sebagai salah satu upaya penanggulangan KLB Difteri di Kota Sukabumi. Karena wabah penyakit tersebut, sangat berbahaya bagi warga masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Hj. Ritanenny Edlien Silyena Mirah, didampingi Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati menjelaskan, dinyatakannya wilayah Kota Sukabumi sebagai KLB Difteri ini, karena hingga akhir tahun 2017 ditemukan ada 3 orang warga masyarakat Kota Sukabumi yang diduga mengidap penyakit difteri. Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, mulai bulan Januari 2018 ini akan melaksanakan imunisasi massal atau ORI, sesuai dengan instruksi Walikota Sukabumi.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan imunisasi massal ini, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menargetkan sebanyak 100.000 lebih warga masyarakat Kota Sukabumi dapat mengikuti kegiatan tersebut. Namun dalam pelaksanaan imunisasi ini, pemerintah hanya bisa memberi imunisasi secara gratis kepada anak usia 1 sampai dengan 19 tahun saja, sebab keterbatasan anggaran yang dimiliki. Selain itu, Pemerintah Pusat juga hanya dapat menyediakan obat dan jarum suntik saja. Sedangkan untuk yang lainnya, harus ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, penyakit difteri adalah penyakit infeksi menular, yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2 sampai dengan 5 hari, serta memiliki gejala seperti demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu, pembengkakan pada leher dan sulit bernafas. Selain itu, penyakit ini dapat menyebabkan kematian, apabila tidak segera ditangani dan diobati. Selanjutnya dijelaskan, bagi warga masyarakat yang diduga mengidap penyakit difteri, akan segera ditangani secara khusus. Lebih lanjut dijelaskan, dalam menangani penyakit difteri, pihak Dinas Kesehatan Kota Sukabumi akan melakukan penyelidikan epidemiologi dan memberikan obat prolilaksis kepada setiap orang yang kontak dengan pengidap difteri. Maksud dan tujuannya, untuk mengantisipasi sekaligus mencegah penularan dan penyebaran penyakit tersebut.