TEROWONGAN BAWAH TANAH DI KOTA SUKABUMI SEBAGAI DRAINASE PADA MASA KOLONIAL BELANDA

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., berdasarkan hasil penelusuran Tim Identifikasi Pemerintah Kota Sukabumi terhadap keberadaan Terowongan Bawah Tanah yang ditemukan di Kota Sukabumi, merupakan jaringan yang berfungsi sebagai drainase pada masa Kolonial Belanda. Adapun Tim Identifikasi tersebut, dibentuk oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kota Sukabumi. Diungkapkan pula, Terowongan Bawah Tanah yang mencakup 3 wilayah kecamatan di Kota Sukabumi yang terdiri dari Kecamatan Cikole, Kecamatan Gunungpuyuh dan Kecamatan Warudoyong ini, sebagian besar sudah tidak berfungsi dan sudah ada yang buntu, yang diakibatkan oleh faktor alam serta dampak dari berbagai bidang pembangunan.

Dikatakannya, untuk memastikan fungsi serta kondisi riil Terowongan Bawah Tanah tersebut, salah satunya ditemukan memiliki panjang 38 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3 meter. Namun demikian, untuk lebih memastikannya, Pemerintah Kota Sukabumi masih menunggu hasil penelusuran Tim Identifikasi Pemerintah Kota Sukabumi. Hal tersebut sangat penting dilakukan, untuk dijadikan bahan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, atas adanya Terowongan Bawah Tanah tersebut. Selain itu juga dikatakan, sebenarnya Terowongan Bawah Tanah tersebut bukan baru ditemukan. Sebab pada saat Walikota Sukabumi masih kecil, sempat bermain di sekitar salah satu Terowongan Bawah Tanah. Namun tidak sampai masuk ke dalamnya, sebab kondisi di dalamnya gelap.

Dalam pada itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Ir. H. Rudi Djuansyah menjelaskan, menjelang akhir tahun 2017, pihak Bappeda Kota Sukabumi sudah membentuk Tim Identifikasi Pemerintah Kota Sukabumi, yang tugasnya khusus untuk melakukan penelusuran dan mengidentifikasi terhadap keberadaan Terowongan Bawah Tanah tersebut. Diharapkannya, dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya secara pasti, tentang keberadaan Terowongan Bawah Tanah tersebut. Adapun Terowongan Bawah Tanah yang ditemukan tersebut, yakni dari Jalan Pasundan Kota Sukabumi sampai ke Yogya Departmen Store, Jalan R.E. Martadinata Kota Sukabumi.

Sedangkan Kepala Bidang Litbang (Penelitian dan Pembangunan) Bappeda Kota Sukabumi, Dr. Eneng Rahmi, S.Si., M.Si. menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pengkajian terhadap keberadaan Terowongan Bawah Tanah tersebut, untuk dijadikan obyek wisata di Kota Sukabumi, dengan mengadopsi obyek wisata yang ada di Kota Benteng bersejarah di Belanda, yakni s-Hertogenbosch atau yang lebih dikenal dengan Den Bosch. Sebab di kota tersebut, ada Terowongan Bawah Tanah serta mirip sekali dengan Terowongan Bawah Tanah yang ada di Kota Sukabumi. Namun untuk dijadikan obyek wisata, kondisi fisik dan kekuatan bangunan terowongan tersebut, harus ditelusuri dan dikaji terlebih dahulu secara akurat.