DALAM TAHUN 2017 KAWASAN KUMUH DI KOTA SUKABUMI BERKURANG SEKITAR 35 HEKTAR

Reporter : ENDANG SUMARDI

Dalam tahun 2017, kawasan kumuh di Kota Sukabumi berkurang sekitar 35 hektar, dari total sekitar 139,02 hektar. Berkurangnya kawasan tersebut, berkat program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Tahun 2017. Sedangkan sisanya sekitar 104,02 hektar, akan ditangani melalui program yang sama pada tahun 2018 ini, supaya tidak menjadi kawasan kumuh. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., disela-sela saat melakukan monitoring program Kotaku, di KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Babakan, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 16 Januari 2018.

Dijelaskannya, program Kotaku ini merupakan salah satu upaya strategis, dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, yang dilaksanakan di daerah termasuk di Kota Sukabumi. Adapun sasaran dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan melalui program Kotaku ini, antara lain pembangunan jalan lingkungan, pembuatan septic tank komunal, pembangunan drainase dan pembangunan sarana air bersih.

Dijelaskan pula, program Kotaku ini terdiri dari NSUP (National Slum Upgrading Program) dan NUSP-2 (Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2). Sedangkan program NSUP tahun 2017, di Kota Sukabumi menjangkau 15 kelurahan, yang terdiri dari Kelurahan Karang Tengah, Gunung Puyuh, Karamat, Cikole, Kebonjati dan Kelurahan Selabatu, serta Kelurahan Citamiang, Nanggeleng, Sudajaya Hilir, Cibeureum Hilir, Jayaraksa, Jayamekar, Baros, Nyomplong dan Kelurahan Benteng. Sementara program NUSP-2 menjangkau 12 kelurahan, yakni Kelurahan Sukakarya, Gedong Panjang, Cipanengah, Tipar dan Kelurahan Cikondang, serta Kelurahan Situmekar, Warudoyong, Sriwidari, Cisarua, Sindang Palay, Limus Nunggal dan Kelurahan Subangjaya.

Selain itu juga dijelaskan, dilaksanakannya program Kotaku ini, tujuannya untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan, serta untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Adapun dalam pelaksanaannya, melibatkan seluruh unsur warga masyarakat, mulai BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) hingga para santri dan pemuda. Wakil Walikota Sukabumi mengharapkan kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan melalui program Kotaku ini, senantiasa dijaga dan dipelihara dengan baik dan optimal, supaya keberadaannya dapat dimanfaatkan oleh segenap lapisan warga masyarakat dalam jangka waktu yang lama.