SELUAS 436 HEKTAR TANAMAN PADI DI KOTA SUKABUMI AKAN DIPANEN SECARA SERENTAK

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Bidang TPHP (Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, Ir. Hj. Femmy, M.M.A. mengungkapkan, seluas 436 hektar tanaman padi di Kota Sukabumi yang tersebar di 7 wilayah kecamatan se Kota Sukabumi, akan dipanen secara serentak pada bulan Februari 2018 ini. Selain itu juga diungkapkan, di Kota Sukabumi tidak ada panen raya, karena terjadi gagal panen pada musim kemarau sebelumnya, yang ada hanya panen serentak.

Sedangkan panen serentak terbanyak di Kota Sukabumi, yakni di Kecamatan Baros mencapai 149 hektar. Antara lain, pada minggu pertama 40 hektar, minggu kedua 73 hektar, minggu ketiga 36 hektar, dan minggu keempat nol hektar. Disusul Kecamatan Cibeureum 96 hektar, dengan akumulasi minggu pertama 21 hektar, minggu kedua 24 hektar, minggu ketiga 34 hektar, dan minggu keempat 17 hektar, serta Kecamatan Lembursitu 65 hektar, yakni pada minggu pertama 26 hektar, minggu kedua 22 hektar, minggu ketiga 17 hektar, dan minggu keempat nol hektar.

Selanjutnya Kecamatan Warudoyong 79 hektar, dengan akumulasi minggu pertama 17 hektar, minggu kedua 17 hektar, minggu ketiga 15 hektar, dan minggu keempat 30 hektar, serta Kecamatan Citamiang 16 hektar, yakni pada minggu pertama nol hektar, minggu kedua 8 hektar, minggu ketiga 8 hektar, dan minggu keempat nol hektar. Kemudian Kecamatan Gunungpuyuh 16 hektar, minggu pertama 8 hektar, minggu kedua 8 hektar, minggu ketiga dan keempat nol hektar, serta Kecamatan Cikole 15 hektar, yakni minggu pertama 8 hektar, minggu kedua 7 hektar, minggu ketiga dan keempat nol hektar.

Kepala Bidang TPHP DKP3 Kota Sukabumi menjelaskan, biasanya panen serentak di Kota Sukabumi dilaksanakan per kecamatan. Maksud dan tujuannya agar harga gabah tidak turun. Selain itu, juga hasil produk pertanian khususnya komoditas padi di Kota Sukabumi tidak banyak seperti di daerah lain. Karena lahan pertanian khususnya sawah di Kota Sukabumi sangat sempit dan sedikit, apabila dibandingkan dengan daerah lain.

Lebih jauh dijelaskan, gabah hasil panen di Kota Sukabumi pada bulan Februari 2018 ini cukup banyak. Namun yang menjadi kendalanya yakni dalam proses pengeringan gabah sebelum digiling, sebab wilayah Kota Sukabumi terus diguyur hujan. Disamping itu, Kepala Bidang TPHP DKP3 Kota Sukabumi juga mengharapkan, dengan berlangsungnya panen padi serentak di Kota Sukabumi pada bulan Februari 2018 ini, tidak menjadikan harga gabah turun, supaya para petani tidak mengalami kerugian, serta harga beras di Kota Sukabumi bisa secepatnya normal kembali.