PELAYANAN RABIES CENTRE DI RSUD AL-MULK KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Al-Mulk Kota Sukabumi berupaya optimal memberi pelayanan Rabies Center. Kepala RSUD AL-Mulk Kota Sukabumi, dr. Munifah Budi Isnaeni didampingi Petugas Rabies Centre RSUD AL-Mulk Kota Sukabumi, Agus Mulyana mengungkapkan, selama tahun 2017 yang lalu, jumlah pasien korban gigitan anjing yang tercatat di Rabies Centre RSUD AL-Mulk Kota Sukabumi, seluruhnya mencapai 60 orang. Sedangkan selama bulan Januari 2018 mencapai 6 orang, serta kebanyakan warga masyarakat dari Kabupaten Sukabumi.

Diungkapkan pula, jumlah pasien korban gigitan anjing yang ditangani RSUD AL-Mulk ini terbilang cukup tinggi. Untuk itu, RSUD AL-Mulk berupaya optimal memberi pelayanan Rabies Center. Selain itu juga diungkapkan, dari jumlah pasien korban gigitan anjing tahun 2017 tersebut, tidak ada yang meninggal dunia, serta tidak ada yang positif terjangkit rabies. Demikian pula jumlah pasien korban gigitan anjing bulan Januari 2018, sudah ditangani secara optimal.

Kepala RSUD AL-Mulk menjelaskan, seseorang bisa terjangkit rabies, apabila air liur dari hewan yang terjangkit rabies masuk ke dalam tubuh melalui gigitan. Sedangkan hewan yang dapat menularkan virus rabies, antara lain anjing, kucing dan kera. Namun para pasien yang berobat ke RSUD AL-Mulk yang paling dominan yakni para pasien korban gigitan anjing. Dikatakannya, pasien yang terjangkit rabies tidak bisa diprediksi dalam jangka waktu satu atau dua minggu, tapi baru bisa diprediksi positif atau tidaknya terjangkit rabies, setelah tiga bulan digigit hewan yang terjangkit rabies.

Menyinggung ciri-ciri hewan yang terjangkit penyakit rabies, antara lain mempunyai air liur yang berlebihan, mengigit tanpa alasan dan takut oleh sinar matahari. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala RSUD AL-Mulk kepada warga masyarakat, apabila menemukan ada hewan khususnya anjing, kucing dan kera yang memiliki ciri-ciri tersebut, agar segera dilaporkan ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, untuk ditindaklanjuti dan ditangani secara optimal.

Disamping itu, Kepala RSUD AL-Mulk juga mengimbau para pemilik hewan peliharaan anjing, kucing dan kera, agar memvaksin hewan peliharaannya ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Sukabumi. Sebab apabila tidak divaksin, sangat bahaya dan rentan terjangkit penyakit rabies. Dikatakannya, untuk memvaksin hewan tersebut, tidak dipungut biaya alias gratis.