DINAS PERHUBUNGAN KOTA SUKABUMI MENERTIBKAN ANGKON DI KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Satlantas (Satuan Lalu Lintas) Polres Sukabumi, menyelenggarakan operasi simpatik, yakni menertibkan Angkon (Angkutan Online) di Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 9 Februari 2018. di Jalan R.E. Martadinata Kota Sukabumi. Karena seperti diungkapkan Kepala Bidang LLA (Lalu Lintas dan Angkutan) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, H.R. Imran Whardhani, A.Md.LLAJ., S.IP., M.Si., dari total 485 kuota transportasi Angkon roda empat di Kota Sukabumi, yang sudah memiliki badan hukum baik berupa PT maupun Koperasi baru 60 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 40 persen, belum memiliki badan hukum.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Satlantas Polres Sukabumi, dalam kegiatan tersebut menegur dan memberi arahan kepada seluruh pengemudi dan para pemilik Angkon di Kota Sukabumi yang belum memiliki badan hukum, agar segera mengurus dan melengkapi perizinannya, serta  segera mendaftarkannya ke Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, untuk mendapatkan Tanda Plat OLT (Online Transportasi).

Diungkapkan pula, dilaksanakannya penertiban terhadap Angkon di Kota Sukabumi ini, menindaklanjuti Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) RI Nomor : 108 Tahun 2017, Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Umum Tidak Dalam Trayek atau ASK (Angkutan Sewa Khusus) Transportasi Online.

Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi menjelaskan, dalam operasi simpatik ini, baik aparat dari Dinas Perhubungan Kota Sukabumi maupun dari Satlantas Polres Sukabumi, belum melakukan penegakan hukum kepada para pengemudi dan para pemilik Angkon di Kota Sukabumi, karena masih dalam tahapan sosialisasi.

Dalam pada itu, sejumlah pengemudi dan pemilik Angkon termasuk Angkot (Angkutan Kota) di Kota Sukabumi, mengatakan sangat mendukung atas dilaksanakannya operasi tersebut, karena bertujuan untuk menertibkan Angkon di Kota Sukabumi. Selain itu juga mengharapkan, seluruh Angkon di Kota Sukabumi yang belum memiliki badan hukum, agar pengoperasiannya untuk sementara ditangguhkan, sebelum perizinannya lengkap, sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Maksud dan tujuannya, untuk menghindari adanya kecemburuan sosial, baik bagi para pengemudi dan pemilik Angkon maupun Angkot di Kota Sukabumi.