SETIAP PASLON KEPALA DAERAH DILARANG BERKAMPANYE DI 3 TEMPAT

Reporter : ENDANG SUMARDI

Menjelang masa kampanye Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kota Sukabumi Tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Pebruari sampai dengan pertengahan bulan Juni 2018 mendatang, Ketua Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Sukabumi, Muhammad Aminnudin, menghimbau kepada seluruh Paslon (Pasangan Calon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang akan mengikuti Pilkada Kota Sukabumi Tahun 2018, agar tidak berkampanye di 3 tempat, yakni tempat ibadah, pendidikan dan kantor pemerintahan. Karena sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan Pemilu (Pemilihan Umum), setiap Paslon Kepala Daerah dilarang berkampanye di 3 tempat tersebut.

Untuk itu, seluruh Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, agar mematuhi dan menaati ketentuan peraturan dan perundang-undangan tersebut. Maksud dan tujuannya, agar tidak ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye Pilkada tersebut. Ditandaskannya, apabila ada Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang melanggar ketentuan peraturan dan perundang-undangan tersebut, pihak Panwaslu Kota Sukabumi tidak akan segan-segan menindaknya secara tegas, bekerja sama dengan Polda Jabar dan Polres Sukabumi Kota serta instansi terkait lainnya, dan akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

Selain itu, Ketua Panwaslu Kota Sukabumi juga menghimbau kepada seluruh Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi serta kepada Timses (Tim Sukses), relawan dan simpatisan Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi masing-masing, agar senantiasa berupaya optimal menjaga stabilitas sosial dan kondusifitas wilayah Kota Sukabumi, dalam setiap melaksanakan kampanye, sesuai dengan jadual yang ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Sukabumi.

Ketua Panwaslu Kota Sukabumi juga menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, apabila melihat ada indikasi pelanggaran terhadap pelaksanaan Pilkada tersebut, bisa langsung melaporkan atau mengadukannya ke Panwaslu Kota Sukabumi secara online, untuk segera ditindaklanjuti dan ditangani secara optimal, sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dikatakannya, pelaporan dan pengaduan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada secara online ini, selain untuk mempercepat dan mempermudah laporan atau pengaduan dari warga masyarakat, juga untuk mempercepat Petugas Panwaslu Kota Sukabumi dalam menindaklanjuti dan menanganinya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Pilkada tersebut. Disamping itu, pelaporan atau pengaduan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada secara online ini, dapat meningkatkan partisipasi warga masyarakat Kota Sukabumi, dalam melakukan pengawasan dan pemantauan serta pelaporan dan pengaduan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada tersebut dengan mudah, serta efektif dan efisien.