KENDARAAN ANGKUTAN UMUM ORANG YANG NGETEM SEMBARANGAN AKAN DIDENDA SEBESAR RP. 250 RIBU

Reporter : ENDANG SUMARDI

Dinas Perhubungan Kota Sukabumi akan menindak tegas setiap Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang yang ngetem atau berhenti sembarangan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi, baik pada saat menurunkan atau menaikan penumpang, selain di tempat yang telah ditentukan atau melewati jaringan jalan yang telah ditentukan. Adapaun bentuk tindakan tegas yang akan diberlakukan dan diterapkan oleh Dinas Perhungan tersebut, yakni setiap Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang yang ngetem atau berhenti sembarangan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi, akan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau didenda paling banyak sebesar Rp. 250 ribu.

Akan diberlakukan dan diterapkannya peraturan tersebut, seperti diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman, A.TD., karena masih banyak Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang khususnya Angkot (Angkutan Kota), yang ngetem atau berhenti sembarangan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi. Dijelaskannya, hal tersebut sudah dan akan menjadi persoalan klasik, selama pusat-pusat kegiatan dan keramaian berada di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi, karena tidak disediakan lajur khusus untuk ngetem atau berhenti Angkot.

Untuk itu, di setiap pusat kegiatan dan keramaian yang berada di sejumlah jalur jalan utama di Kota Sukabumi, sebaiknya disediakan lajur khusus untuk ngetem atau berhenti Angkot, supaya tidak menggangu terhadap kendaraan lainnya yang lewat. Selain itu, juga untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya kemacetan arus lalu lintas di setiap pusat kegiatan dan keramaian yang berada di sejumlah jalur jalan utama di Kota Sukabumi.

Sementara Kepala Bidang LLA (Lalu Lintas dan Angkutan) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, H.R. Imran Whardhani, A.Md.LLAJ., S.IP., M.Si. menandaskan, peraturan tersebut akan senantiasa diberlakukan dan diterapkan, karena sesuai dengan Pasal 126 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ (Lalu Lintas Angkutan Jalan), yakni setiap Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang yang ngetem atau berhenti sembarangan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau didenda paling banyak sebesar Rp. 250 ribu. Selain itu, juga sesuai dengan Pasal 302 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, yakni setiap Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang yang ngetem atau berhenti sembarangan mengganggu dan dapat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Adapun maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan keamanan, ketertiban dan kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi.

Disamping itu, Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, karena dalam merealisasikan dan menegakan Undang-Undang tersebut masih jauh dari harapan warga masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang LLA Dinas Perhubungan Kota Sukabumi beserta seluruh jajarannya, akan senantiasa ber-upaya optimal merealisasikan dan menegakan Undang-Undang tersebut, untuk memenuhi tuntunan dan harapan warga masyarakat, dengan senantiasa menindak tegas setiap Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Orang yang ngetem atau berhenti sembarangan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Sukabumi.