DLH KOTA SUKABUMI BERUPAYA OPTIMAL MENYIKAPI DAN MENANGANI MASALAH SAMPAH DI KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi, berupaya optimal menyikapi dan menangani masalah sampah di Kota Sukabumi. Sebab seperti ditandaskan Kepala DLH Kota Sukabumi, Drs. Adil Budiman, M.Si., Kota Sukabumi saat ini sedang dihadapkan pada situasi dan kondisi rawan sampah. Adapun faktor yang menjadi salah satu penyebabnya, yakni kesadaran sebagian warga masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, hingga saat ini masih jauh dari harapan semua pihak. Dengan demikian, masalah sampah ini masih menjadi persoalan yang signifikan, serta harus mendapat perhatian dan penanganan secara optimal dari semua pihak, baik dari pemerintah maupun dari warga masyarakat.

Untuk itu, Kepala DLH Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar senantiasa berupaya optimal membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan jadwal waktu untuk membuang sampah di Kota Sukabumi, dibagi dalam tiga shift, yakni shift pertama dari pukul 05 sampai dengan pukul 11 WIB, shift kedua dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB, dan shift ketiga dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Menyinggung volume sampah di Kota Sukabumi, menurut Kepala DLH Kota Sukabumi, dalam setiap harinya rata-rata mencapai 165 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 ton masuk bank sampah, dan sebanyak 100 ton dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah. Adapun jenis sampai yang dibuang warga masyarakat dalam setiap harinya, yakni dari 80 persen jenis sampah, sebanyak 60 persen merupakan sampah organik. Sedangkan untuk limbah industri kecil hampir tidak ada.

Kepala DLH Kota Sukabumi menandaskan, faktor lainnya yang menjadikan rawan sampah ini, juga diakibatkan oleh luas lahan TPA milik Pemerintah Kota Sukabumi hanya tinggal tersisa sekitar 1,5 hektar lagi. Ditandaskan pula, apabila sebanyak 165 ton sampah setiap hari dibuang ke TPA, dalam jangka waktu 2 tahun ke depan, lahan TPA akan habis. Karena lahan untuk TPA Regional, idealnya harus seluas 20 sampai dengan 30 hektar. Sedangkan lahan TPA yang dimiliki Pemerintah Kota Sukabumi hanya 10 hektar, serta sudah digunakan sejak tahun 1995 yang lalu.

Berkaitan dengan hal tersebut, DLH Kota Sukabumi akan melalukan sosialisasi kepada segenap lapisan warga masyarakat, agar sampah rumah tangga bisa dikurangi, serta dilakukan pemilahan terhadap sampah organik dan sampah anorganik, supaya bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang menjadi kompos atau pupuk organik dan berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.