DLH KOTA SUKABUMI MELAKUKAN SOSIALISASI TENTANG BANK SAMPAH

Reporter : ENDANG SUMARDI

DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi, melakukan sosialisasi tentang Bank Sampah, kepada warga masyarakat Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, bertempat di Masjid Bila, Jalan Sriwidari Nomor 6 Kota Sukabumi. Dilaksanakannya sosialisasi tersebut, menurut Kepala Bidang Pelayanan Kebesihan DLH Kota Sukabumi, Ir. Hj. Endah Aruni, M.T., merupakan tindak lanjut dari HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) Tahun 2018, yang diinstruksikan langsung oleh KLH (Kementerian Lingkungan Hidup) RI, sebagai target pada 2020 mendatang, yakni Indonesia bebas sampah. Selain kepada warga masyarakat Kelurahan Sriwidari, sosialisasi tersebut juga diberikan kepada warga masyarakat Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong dan Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum, serta kepada para Jamaah Majelis Taklim AL-Hidayah Kota Sukabumi.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya sosialisasi tersebut, untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada warga masyarakat, bahwa sampah juga bisa berharga dan bisa menghasilkan uang. Untuk itu, dalam sosialisasi tersebut, warga masyarakat diberi pengetahuan dan pemahaman tentang cara memanfaatkan sampah, dengan cara memilah sampah organik dan anorganik, untuk dikumpulkan dan dijual ke Bank Sampah, yang harganya tergantung kepada setiap Pengurus Bank Sampah masing-masing.

Adapun target warga masyarakat Kota Sukabumi yang mengikuti sosialisasi tersebut, yakni sebanyak 720 orang, serta diharapkan dapat menyampaikan dan menyebarkan kembali hasil dari sosialisasi tersebut, kepada warga masyarakat lainnya. Kepala Bidang Pelayanan Kebesihan DLH Kota Sukabumi menjelaskan, dalam setiap melakukan sosialisasi, senantiasa dibentuk Pengurus Bank Sampah, mulai dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara, untuk mengkoordinir sampah dari warga masyarakat di lingkungan dan kelurahannya masing-masing.

Diharapkannya, dengan dibentuk dan didirkannya Bank Sampah, warga masyarakat bisa lebih peduli terhadap sampah, untuk didaur ulang menjadi barang berharga, seperti kompos atau pupuk organik dan berbagai kerajinan yang memiliki nilai ekonomis, sehingga tidak ada lagi warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan sungai. Karena pada saat musim hujan sangat berbahaya, yakni dapat menimbulkan bencana banjir, karena air selokan dan sungai meluap, akibat tersumbat oleh tumpukan sampah.