PENETAPAN STATUS SIAGA DARURAT BENCANA DI KOTA SUKABUMI MASIH BERLAKU

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Unsur Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan menandaskan,  Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kota Sukabumi masih berlaku. Karena Bencana Banjir dan Tanah Longsor di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Sukabumi masih terjadi, akibat cuaca ektrem hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Sukabumi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi meminta kepada semua pihak, baik kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi maupun kepada aparat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) serta instansi dan lembaga terkait agar tetap waspada, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Sukabumi sudah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kota Sukabumi, tepatnya sejak bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Maret 2018. Dijelaskan pula, pada tanggal 7 Maret 2018, beberapa titik wilayah di Kota Sukabumi terjadi bencana. Antara lain bencana banjir di Kelurahan Jayaraksa Kecamatan Baros, bencana tanah longsor di Kelurahan Baros Kecamatan Baros dan di Kelurahan Limus Nunggal Kecamatan Cibeureum, serta rumah roboh di Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong, dan kebakaran di Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2018.

Sedangkan sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 11 Maret 2018, di wilayah Kota Sukabumi sudah terjadi sebanyak 13 kali, yang terdiri dari bencana banjir, tanah longsor, rumah roboh dan kebakaran, serta menimbulkan kerugian mencapai Rp. 110 juta. Dijelaskan pula, berdasarkan hasil pendataan di setiap wilayah yang terkena bencana, kerugian akibat bencana tanah longsor di Kelurahan Baros mencapai Rp. 15 juta, rumah roboh di Kelurahan Dayeuhluhur mencapai Rp. 5 juta, tanah longsor di Kelurahan Limusnunggal mencapai Rp. 10 juta, serta kebakaran di Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang mencapai Rp. 80 juta.

Lebih jauh Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menjelaskan, pihaknya senantiasa berupaya optimal melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD serta instansi dan lembaga terkait, khususnya dengan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Sukabumi serta kecamatan dan kelurahan se Kota Sukabumi, untuk secara kontinyu melakukan pemantauan ke sejumlah titik wilayah yang rawan terjadi bencana di wilayahnya masing-masing, terutama di wilayah Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole. Karena struktur tanah di wilayah kelurahan tersebut sangat labih dan rawan terjadi bencana tanah longsor.

Selanjutnya, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi khususnya yang tinggal tinggal di lereng perbukitan atau di dekat tebing bukit dan yang tinggal di sepanjang pinggiran sungai, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama pada setiap terjadi hujan lebat. Diharapkannya, apabila warga masyarakat melihat ada tanda-tanda yang tidak baik, agar segera meninggalkan rumah dan melaporkannya kepada aparat pemerintah terdekat, untuk bersama-sama diantisipasi dan ditangani secara optimal.