SEBANYAK 27 KOPERASI DI KOTA SUKABUMI SEJAK AWAL TAHUN 2018 SUDAH DIAKTIFKAN KEMBALI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Seperti dikatakan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, Ai Rochatika, S.E., M.M., sebanyak 27 koperasi di Kota Sukabumi binaan Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, sejak awal tahun 2018 sudah diaktifkan kembali. Dengan demikian, ke 27 koperasi tersebut akan kembali eksis di masyarakat. Karena ke 27 koperasi tersebut beserta 102 koperasi lainnya di Kota Sukabumi, sempat mengalami mati suri dan tidak aktif dengan berbagai alasan dan kendala. Namun untuk ke 102 koperasi tersebut kemungkinan akan dibubarkan oleh pemerintah, karena status koperasi tersebut sudah tidak aktif lagi, serta sudah tidak melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Bahkan ke 102 koperasi tersebut sudah masuk dalam daftar tunggu, dan hanya tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) Pembubaran saja.

Dikatakan pula, sebelum melakukan pembubaran terhadap koperasi tersebut, pihak Diskop UKM-PP Kota Sukabumi sudah melakukan pembinaan terlebih dahulu. Maksud dan tujuannya, supaya koperasi tersebut bisa bangkit kembali sekaligus melakukan pembenahan. Selain itu, kepada koperasi yang aktif pun terus dilakukan pemantauan dan pembinaan, sebab tidak sedikit koperasi yang aktif tidak melaksanakan RAT. Disamping itu juga dikatakan, ada pula koperasi yang sering melaksanakan RAT tapi kurang aktif, dan koperasi tersebut masih bisa diselematkan. Untuk itu, pihaknya senantiasa bertanya kepada pengurus dan pengelola koperasi tersebut, apakah akan aktif kembali atau tidak. Apabila akan aktif kembali akan dilakukan pembinaan, hingga koperasi tersebut aktif kembali dan melaksanakan RAT secara rutin setiap tahun.

Lebih jauh dikatakan, pihak Diskop UKM-PP Kota Sukabumi  tidak memiliki wewenang untuk membubarkan koperasi. Karena yang memiliki wewenang membubarkan koperasi yakni Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) RI. Sebab Kementerian tersebut memiliki data, khususnya yang berkaitan dengan koperasi yang aktif dan koperasi yang tidak aktif. Namun bagi koperasi yang masih memiliki hutang kepada pemerintah tidak bisa langsung dibubarkan, sebelum hutangnya dilunasi.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, menghimbau kepada seluruh koperasi yang tidak aktif agar segera aktif kembali, sebab badan hukum koperasi itu tergolong cukup mahal. Demikian pula kepada seluruh koperasi yang belum melaksanakan RAT agar segara melaksanakan RAT. Ditandaskannya, dalam melaksanakan RAT tidak perlu mengundang pejabat. Yang paling penting yakni memberi laporan pelaksanaan RAT kepada Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, sebab hal tersebut merupakan salah satu kewjiban dan keharusan bagi setiap koperasi. Namun apabila ada pejabat dari Diskop UKM-PP Kota Sukabumi yang hadir dalam pelaksanaan RAT koperasi, tidak perlu dilaporkan kepada Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, sebab sudah masuk dalam registrasi Diskop UKM-PP Kota Sukabumi.

Menyinggung jumlah koperasi di Kota Sukabumi, menurut Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, seluruhnya mencapai 414 koperasi. Dari jumlah koperasi tersebut, yang paling banyak yakni koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam dan konsumen. Dijelaskannya, ada 5 jenis koperasi yang bisa didirikan oleh warga masyarakat, yakni koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam, jasa, pemasaran, produksi dan konsumen. Namun dari 5 jenis koperasi tersebut, hanya koperasi yang bergarak dalam bidang simpan pinjam yang tidak boleh dicampuri dengan usaha lainnya, sebab melanggar ketentuan dan peraturan. Kecuali untuk jenis koperasi lainnya seperti koperasi yang bergerak dalam bidang pemasaran, bisa dicampuri dengan usaha lainnya seperti simpan pinjam dan sebagainya.

Leave a Reply