PEMERINTAH KOTA SUKABUMI MENYELENGGARAKAN SILATURAHMI DAN RIUNG MUNGPULUNG

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi, menyelenggarakan Silaturahmi dan Riung Mungpulung dengan para Pejuang dan Janda Pejuang Perintis Kemerdekaan, dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Ke 73 Kemerdekaan RI Tahun 2018 Tingkat Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 10 Agustus 2018, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Penjabat Wali Kota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Unsur FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi, mantan Wali Kota Sukabumi, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, para Asisten Daerah Setda Kota Sukabumi, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), para Camat dan Lurah, Ketua LVRI (Legiun Vetern Republik Indonesia) Kota Sukabumi, para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan para tamu undangan lainnya.

Penjabat Wali Kota Sukabumi, Drs. H. Dady Iskandar, M.M., dalam sambutannya pengatakan, apabila kita merenungkan tentang keberadaan kita saat ini dalam konteks penyelenggaraan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat, tidak bisa dipisahkan dari masa lalu, sebagai suatu proses perjalanan sebuah bangsa. Oleh karena itu, siapapun yang hadir di sini, baik yang berprofesi sebagai PNS, TNI, Polri, Pengusaha, Karyawan Swasta dan yang lainnya, tidak bisa terlepas dari buah perjuangan para pendahulu di masa lalu. Berkaitan dengan hal tersebut, maka bagi kita yang hadir di sini, terutama generasi penerus bangsa, sangat wajar untuk senantiasa menaruh rasa hormat kepada para pini sepuh, para pejuang perintis dan janda perintis kemerdekaan, yang telah membela bangsa.

Dikatakan pula, generasi yang tidak menghargai para pejuang dan pahlawan bangsa adalah generasi yang kerdil dan generasi yang tercerabut dari akar sejarah bangsanya. Sebab bangsa yang besar, seperti yang pernah diucapkan oleh Bung Karno, adalah bangsa yang senantiasa menghormati perjuangan para pahlawannya. Karena perjuangan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang dilakukan oleh para pendahulu di masa lalu, merupakan tugas yang amat berat, sebab dihadapkan kepada bangsa-bangsa yang secara teknologi dan ekonomi lebih maju, sehingga terkadang nyawa menjadi taruhan. Demikian pula tugas dalam mengisi kemerdekaan juga tidak kalah beratnya, baik dalam bidang ekonomi dan budaya, maupun dalam bidang pertahanan keamanan serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun demikian, kita patut bersyukur, karena NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang beraneka suku bangsa, budaya dan agama, hingga saat ini masih kokoh tegak berdiri. Namun dibalik itu, kita juga merasa prihatin, khususnya bagi para veteran, para perintis dan janda perintis kemerdekaan, karena adanya kecenderungan lunturnya rasa nasionalisme, rasa kebangsaan dan kepedulian sosial pada sebagian warga masyarakat kita saat ini. Bahkan Pancasila yang selama ini telah berhasil menjadi pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara serta telah menjadi kekuatan pemersatu bangsa, sangat jarang disebut-sebut lagi dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak bangsa. Untuk itu, semua pihak harus berupaya optimal dan secara gencar memberikan pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus pejuang bangsa.

Leave a Reply