AMIK BSI SUKABUMI STATUSNYA TELAH BERUBAH MENJADI UBSI

Reporter / Redaktur : ENDANG SUMARDI

Kepala Kampus AMIK BSI Sukabumi, Denny Pribadi, M.Kom. menjelaskan, bahwa AMIK BSI Sukabumi statusnya telah berubah menjadi universitas, terhitung sejak tanggal 3 September 2018 yang lalu, yakni dari AMIK BSI Sukabumi menjadi UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) Kampus PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama) Sukabumi, sebagai bagian dari salah satu perguruan tinggi besar dan terkemuka di Indonesia. Diharapkannya, selain didukung sistem perkuliahan dan kurikulum berbasis online, bisa meningkatkan kualitas para lulusan serta mengembangkan soft skill dan hard skill mahasiswa. Selain itu juga diharapkan, dengan perubahan status ini, BSI semakin eksis dan maju pada masa mendatang.

Penjelasan dan harapan Kepala Kampus AMIK BSI Sukabumi tersebut, disampaikan pada kegiatan Ormik (Orientasi Akademik) dan Semot (Seminar Motivasi) sekaligus penyambutan mahasiswa baru AMIK BSI Sukabumi Tahun Akademik 2018-2019 yang dilaksanakan selama dua hari, tepatnya pada tanggal 15 dan 16 September 2018, di Kampus AMIK BSI Sukabumi, Jalan Cemerlang Nomor 8 Kota Sukabumi, dengan mengangkat tema,  Explore Yourself Explore Your Future, serta dilaksanakan secara serentak di seluruh Kampus BSI se Indonesia.

Adapun maksud dan tujuan Ormik yang dilaksanakan pada hari pertama ini, yakni untuk memperkenalkan kampus, sarana dan prasarana, sistem perkuliahan, administrasi, pelayanan mahasiswa serta sanksi dan peraturan akademik, berkaitan dengan seluruh kegiatan perkuliahan yang akan berlangsung beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya pada hari kedua, seluruh mahasiswa baru AMIK BSI Sukabumi melakukan gerakan kebersihan di jalan di sekitar lingkungan kampus, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dilanjutkan Semot, menghadirkan narasumber dari Binmas Polres Sukabumi Kota, Bripka Falahudin al Hudri, memaparkan materi Radikalisme, Fenomena Gerakan, Pemikiran dan Perkembangannya, dan dari BNN Kota Sukabumi, Heru, menyampaikan materi tentang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), serta Pimpinan Kampus STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Taufik Hidayatulloh, M.Kom. Taufik Hidayatulloh, M.Kom.

Dalam kesempatan tersebut, Bripka Falahudin al Hudri menjelaskan. mahasiswa mempunyai kewajiban untuk menjaga diri dari segala hal yang akan merusak masa depannya. Disamping itu, mahasiswa juga dapat menyampaikan kritik kepada pemerintah, tapi ktitiknya harus yang bersifat membangun dan mengandung solusi, serta disampaikan dengan baik, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara Heru menjelaskan, masing-masing mahasiswa harus mempunyai aware terhadap kondisi pergaulan remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika, Untuk itu, Heru mengharapkan, setiap kampus harus mempunyai Tim Satgas,  untuk mencegah beredarnya obat-obatan terlarang, khususnya di lingkungan kampus.

Sedangkan Pimpinan Kampus STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Taufik Hidayatulloh, M.Kom. Taufik Hidayatulloh, M.Kom., mengharapkan kepada seluruh mahasiswa baru, agar senantiasa  bersemangat dan berjuang menyelesaikan kuliah, serta dapat mengatasi berbagai rintangan yang dihadapi.

Usai Semot dilanjutkan Seminar Tematik dan program BEC (BSI Entrepreneur Center), menghadirkan narasumber alumni yang sudah sukses berwirausaha, Dicki Prayudi, S.E, M.M., serta program BCC (BSI Career Center), dengan narasumber alumni yang sudah sukses berkarir, Angga Pradya, S.Kom.

Leave a Reply