KEJAHATAN NARKOBA DI INDONESIA MENIMBULKAN KERUGIAN MATERIAL HAMPIR MENCAPAI RP. 63 TRILYUN

Reporter / Editor : ENDANG SUMARDI

Seperti ditegaskan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., kejahatan Narkoba di Indonesia menimbulkan kerugian material hampir mencapai Rp. 63 trilyun, mencakup kerugian belanja narkoba, biaya pengobatan akibat narkoba, biaya rehabilitasi dan biaya lainnya. Yang sangat mengkhawatirkan, kejahatan tersebut sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat, baik di kota maupun di desa, dari mulai masyarakat dewasa dan remaja hingga anak-anak, serta tidak hanya masyarakat biasa, tapi juga aparat dan pejabat yang seharusnya menjadi panutan bagi segenap lapisan masyarakat. Oleh karenanya, kejahatan tersebut harus segera dihentikan, dilawan dan dibasmi sampai keakar-akarnya oleh semua pihak, karena kejahatan tersebut tidak bisa dibiarkan.

Penegasan Wakil Wali Kota Sukabumi tersebut, disampaikan saat memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi Penyuluhan Bahaya Narkoba Bagi Pemuda Tahun 2018, yang dilaksanakan oleh Disporaparekraf (Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 4 Desember 2018, di Meetingroom Balcony Hotel Sukabumi. Sedangkan yang bertindak sebagai nara sumber dalam penyuluhan tersebut, diantaranya dari Disporaparekraf Kota Sukabumi, Sat Narkoba Polres Sukabumi Kota, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi.

Sementara Kepala Disporapar Kota Sukabumi, H. Adang Taufik, S.H., M.Si. menjelaskan, penyuluhan ini merupakan program rutin tahunan Disporaparekraf Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, sebagai salah satu upaya pembinaan terhadap generasi muda, agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena permasalahan narkoba ini merupakan ancaman yang serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Untuk itu, Disporaparekraf Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal dan ikut serta melakukan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba, melalui penyuluhan terhadap generasi muda.

Selanjutnya Kepala Disporapar Kota Sukabumi mengharapkan, dengan dilaksanakannya penyuluhan ini, generasi muda di Kota Sukabumi bisa memahami dan mengetahui efek samping dari penyalahgunaan narkoba, yakni dapat merusak mental dan moral, serta dapat terjangkit penyakit HIV dan AIDS. Disamping itu, juga dapat mengetahui hukuman dan sanksi bagi para penjual, pengedar dan pengguna narkoba, sehingga generasi muda khususnya di Kota Sukabumi, bisa tehindar dan tidak melakukan penyalahgunaan narkoba.

Leave a Reply