MARBOT ABAH KOSIH AKAN MEMLIKI RUMAH BARU

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Marbot Abah Kosih berusia 79 tahun warga Kampung Cicadas HHhilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, akan memliki rumah baru. Karena pada hari Minggu pagi, 13 Januari 2019, sejumlah relawan sosial berkumpul dan bermusyawarah untuk membangun rumah Abah Kosih dengan cara patungan, serta berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 9,5 juta. Dana tersebut diserahkan kepada Lurah Cikundul, H. Agus Heryanto, S.H., M.M.

Seperti dijelaskan Lurah Cikundul, setelah mengetahui ceritera tentang Abah Kosih, sejumlah relawan berdatangan kemudian patungan hingga terkumpul uang sebesar Rp. 9,5 juta. Dijelaskan pula, pemerintah akan mencarikan lahan untuk dibangun rumah layak huni buat Abah Kosih, atau menggunakan lahan yang ada atas izin dari pemiliknya, atau menggunakan lahan masyarakat lainnya yang rela digunakan rumah Abah Kosih.

Selain itu juga dijelaskan, pemerintah sudah berupaya membantu Abah Kosih, baik bantuan non tunai, Rastra (Beras Sejahtera) dan bantuan bagi Lansia (Lanjut Usia) maupun dari Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Sukabumi, termasuk program perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) pun sudah diupayakan pada 2018 yang lalu. Namun karena rumahnya berada pada lahan milik orang lain, sehingga rumahnya tidak bisa dibangun.

Sementara relawan SKP (Sahabat Kristiawan Peduli), Kristiawan Saputra mengharapkan, banyak relawan yang tergerak hatinya, sehingga bisa terkumpul dana sebesar Rp. 15 juta sampai dengan Rp. 20 juta, untuk membangun rumah Abah Kosih. Karena selama ini. Abah Kosih tinggal di sebuah rumah berukuran 2 kali 2 meter yang terbuat dari bilik lupuk dan beratap genting yang sudah lapuk, serta didirikan di atas lahan milik orang lain. Disamping itu, rumah tersebut hanya berbentuk persegi tanpa ada ruangan lain dan diisi oleh tumpukan pakaian miliknya, serta pada setiap turun hujan senantiasa bocor. Namun demikian, marbot tersebut dalam menjalani kehidupannya tanpa mengeluh dan penuh dengan kesabaran. serta senantiasa merasa dekat dengan Yang Maha Kuasa.

Dalam pada itu, Abah Kosih mengungkapkan, tinggal di rumah tersebut sudah cukup lama, yakni sekitar 4 tahun dan tinggal seorang diri, karena isterinya sudah meninggal, serta anak yang tinggal satu-satunya tinggal di Jawa Timur dan sudah lama tidak pulang. Selain itu, Abah Kosih juga mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Oleh karenanya, Abah Kosih dalam setiap hari hanya membersihkan masjid, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya, dan hanya mengandallkan uluran tangan dari masyarakat di sekitarnya, termasuk untuk makan sehari-hari.

Leave a Reply