MENDORONG GENERASI MUDA MUSLIM DI KOTA SUKABUMI UNTUK MENJADI PEDAGANG

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi, akan senantiasa berupaya optimal mendorong Generasi Muda Muslim di Kota Sukabumi, untuk menjadi saudagar atau pedagang, yang siap bersaing di tengah perkembangan zaman. Adapun salah satu caranya, dengan mengedepankan perilaku jujur serta menguasai teknologi dan informasi.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., pada acara halaqoh atau pertemuan dan silaturahmi generasi muda dan pengusaha muslim, baru-baru ini, di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi, yang dilaksanakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Sukabumi, dengan mengangkat tema, Mencetak Generasi Muda Muslim Menjadi Saudagar Berbasis Ekonomi Syariah.

Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, para pemuda dituntut harus senantiasa bersemangat dalam beragai hal, serta harus kreatif, inovatif dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Adapun salah satu tantangan zaman ke depan, yakni revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 4.0, sudah mulai diterapkan di berbagai lini.

Sedangkan upaya untuk menghadapi perubahan yang dibawa revolusi indusri 4.0, Pemerntah Kota Sukabumi sudah bersiap menghadapinya. Diantaranya dengan meningkatkan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia), melalui program link and match atau kebijakan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dilaksanakan kebijakan tersebut, untuk memastikan agar kompetensi yang dimiliki SDM Kota Sukabumi, sudah sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi digital, seperti halnya revolusi industri 4.0.

Dijelaskannya, Kota Sukabumi merupakan kota perdagangan dan jasa. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi sektor perdagangan dan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) yang mencapai 48 persen. Potensi ini meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Sukabumi, untuk mewujudkan Kota Sukabumi sebagai kota perdagangan dan jasa.

Selain itu juga dijelaskan, Rosululloh pun menyampaikan 9 dari 10 pintu rezeki, datangnya dari usaha atau berdagang, serta kunci menjadi saudagar atau pedagang yang sukses, harus sesuai dengan tuntutan dan ajaran islam, yakni kejujuran. Karena dengan kejujuran dapat mendatangkan kepercayaan dari orang lain, serta merupakan perilaku yang mulia dan menjadi sifat dasar Nabi.

Leave a Reply