DKM NURUL AMAL KELURAHAN NANGGELENG MENYELENGGARAKAN KHITANAN MASSAL

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Nurul Amal Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menyelenggarakan khitanan massal, tepatnya tanggal 13 Agustus 2019, sekaligus menyambut dan memeriahkanadir HUT (Hari Ulang Tahun) Ke 74 Kemerdekaan RI Tahun 2019. Hadir pada kegiatan tersebut, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, unsur Kecamatan Citamiang dan Kelurahan Nanggeleng, para alim ulama, tokoh masyarakat dan pemuda, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa mendukung dan mengapresiasi berbagai kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan upaya pencapaian Visi Pembangunan Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan di Jawa Barat, Berlandaskan Iman dan Taqwa; serta Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, yakni Terwujudnya Kota Sukabumi yang Religius/ Nyaman dan Sejahtera.

Selain itu, Wali Kota Sukabumi atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang peduli terhadap sesama masyarakat, seperti kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh DKM Nurul Amal Kelurahan Nanggeleng. Dijelaskannya, kegiatan ini sangat positif dan besar manfaatnya bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu dalam mengkhitan anaknya, sesuai dengan salah satu syariat Islam yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Dijelaskan pula, ada dua sisi dimensi dalam melaksanakan khitanan, yakni dari sisi keagamaan dan medis atau kesehatan. Maksud dan tujuannya, supaya anak-anak yang dikhitan bisa jauh lebih sehat dari anak yang tidak dikhitan. Wali Kota Sukabumi menandaskan, khitanan massal dapat menjadi syiar keislaman di tengah-tengah masyarakat. Karena kegiatan khitanan massal ini, sangat ramai dihadiri oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan, bahwa syiar keislaman hadir di tengah-tengah masyarakat.

Leave a Reply