WALI KOTA SUKABUMI MENYUSURI 2 LORONG BAWAH TANAH

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, pada tanggal 24 Agustus 2019, menyusuri 2 lorong bawah tanah yang ada di Kota Sukabumi, tepatnya di kawasan Jalan Brawijaya, Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunung Puyuh, dan Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi menjelaskan, di Indonesia hanya ada 5 kota yang memiliki lorong bawah tanah, diantaranya Kota Sukabumi. Adapun jumlah lorong yang ada di Kota Sukabumi yang sudah ditemukan dan diketahui, saat ini ada 20 lorong di 20 titik lokasi. Untuk itu, hingga saat ini Pemerintah Kota Sukabumi sedang melakukan ekspedisi dan identifikasi terhadap lorong tersebut, yang nantinya akan dijadikan destinasi wisata heritage atau tempat tujuan wisata warisan.

Adapun ekspedisi dan identifikasi terhadap lorong tersebut, diantaranya menyusun pemetaan data, mengumpulkan data sekunder, identifikasi panjang, ukuran inlet dan outlet, serta konstruksi dan struktur lorong. Disamping itu, juga bentuk lorong, informasi lokasi dan posisi lorong, serta informasi fungsi dan tahun pembangunan lorong, termasuk data dokumentasi berupa foto-foto lorong di setiap titik lokasi.

Sedangkan hasil sementara ekspedisi dan identifikasi terhadap lorong tersebut menguatkan dugaan, bahwa lorong tersebut dibangun seiring dengan perkembangan pembangunan Kota Praja Kota Sukabumi tahun 1900-an, serta lorong tersebut diasumsikan sebagai saluran drainase perkotaan pada saat itu.

Dijelaskan pula, lorong yang terbentang dari kawasan Jalan Brawijaya sampai dengan Jalan Arif Rahman Hakim panjangnya sekitar 200 meter. Selain itu juga dijelaskan, lorong bawah tanah tersebut fungsinya sebagai saluran air, yang dibangun pada zaman Belanda, serta model bangunan lorongnya sama dengan lorong yang dibangun di negara Eropa, yakni ketinggiannya sekitar 1 meter lebih. Lebih jauh Wali Kota Sukabumi menjelaskan, selain memiliki lorong bawah tanah, Kota Sukabumi juga banyak memiliki bangunan bersejarah, yang saat ini menjadi cagar budaya.

Leave a Reply