PARA LULUSAN PERGURUAN TINGGI BISA DIRORONG UNTUK BERGERAK DALAM BIDANG EKONOMI KREATIF

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi berharap, para lulusan perguruan tinggi bisa dirorong untuk bergerak dalam bidang ekonomi kreatif. Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Angkatan Ke XVI STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Penguji Sukabumi Tahun Akademik 2018-2019, tepatnya tanggal 28 September 2019, dengan mengambil tema, Konektivitas dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Berwawasan Digital Entrepreuneur.

Dijelaskannya, lulusan perguruan tinggi di Kota Sukabumi dalam setiap tahunnya mencapai 11 ribu, dan ini sangat luar biasa untuk menciptakan potensi dan inovasi serta kreativitas dalam meningkatkan dan mengembangkan ekonomi kreatif. Karena sarjana bukan hanya melamar pekerjaan, tapi harus dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan melaui ekonomi kreatif. Ada 27 item dalam ekonomi kreatif, dan para sarjana menjadi salah satu yang didorong dan bergerak di dalamnya, dengan kompetensi dan potensi yang dimiliki masing-masing.

Dikatakannya, saat ini Indonesia sudah masuk revolusi industri 4.0 dan menuju 5.0. Adapun ciri khas revolusi industri, adalah perpaduan teknologi informasi dan komunikasi dengan kemampuan individual. Dikatakan pula, Pemerintah Kota Sukabumi akan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, khuasusnya yang berkaitan dengan kompetensi, teknologi dan inovasi, yang bisa dilahirkan dari jiwa aktif dan dinamis, salah satunya perguruan tinggi.

Selanjutnya Wali Kota Sukabumi atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, mengucapkan terima kasih dan selamat kepada para lulusan yang memperoleh gelar secara akademik. Selain itu Wali Kota Sukabumi juga berharap kepada para lulusan, agar senantiasa menyadari, bahwa semangat pembelajaran dan perkuliahan bukan semata-mata untuk mendapatkan gelar saja, tapi ada hal lain yang harus diwujudkan.

Diantaranya pada saat telah mendapatkan gelar akademik, otomotis ada tanggung jawab akademis, yakni harus mampu menunjukkan kepada masyarakat, bahwa gelar yang didapatkan sangat layak didapatkan, sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Disamping itu, juga tanggung jawab sosial kepada masyarakat, karena perilaku sarjana dan bukan sarjana akan berbeda, serta kemampuan dalam memecahkan masalah yang dimiliki sarjana dan bukan sarjana juga akan berbeda.

Leave a Reply