KKN MENJADI BAGIAN SIMULASI PADA SAAT MAHASISWA LULUS

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menegaskan, KKN (Kuliah Kerja Nyata) menjadi bagian simulasi pada saat mahasiswa lulus dan berinteraksi dengan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri KKN (Kuliah Kerja Nyata) Expo 2019, yang dilaksanakan oleh UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi), tepatnya tanggal 30 September 2019. KKN Expo 2019 ini, menampilkan berbagai kerajinan dengan mengambil tematik berbasis potensi wilayah.

Ditegaskan pula, ada 7 hal yang dilakukan dalam KKN, khususnya yang berhubungan dengan bina ruhiyah, diantaranya peningkatan ekonomi dan ketahanan keluarga. Selain tu juga ditegaskan, dalam KKN biasanya ada rasa senang dan duka. Hal tersebut sesuai dengan dinamika yang ada di masyatakat. Lebih jauh ditegaskan, ruhiyah adalah hubungan erat antara hamba dengan Alloh. Disamping itu, ruhiyah juga merupakan kekuatan inti dari seseorang dalam menunaikan kerja, amal dan dakwah, serta ruhiyah tercermin dari keteduhan diri, ibadah, tilawah qur’an, puasa sunnah, qiyamullail dan ibadah-ibadah lainnya.

Wali Kota Sukabumi mengharapkan, para mahasiswa yang melaksanakan KKN harus bisa memberikan warna dan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yakni pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, setiap individu masyarakat terlebih seorang mahasiswa sebagai kaum terpelajar, agar senantiasa berupaya optimal memelihara dan memperkokoh 4 pilar kebangsaan. Antara lain Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika. Sebab ke 4 pilar kebangsaan tersebut, merupakan salah satu akar dan pondasi yang kokoh, bagi eksistensi dan lestarinya bangsa Indonesia.

Untuk itu, setiap individu masyarakat harus senantiasa berupaya optimal menjaga dan melestarikan sekaligus menyosialisasikan pemahaman dan pengamalan ke 4 pilar kebangsaan tersebut. Sebab tugas dan tanggungjawab menjaga dan melestarikan ke 4 pilar kebangsaan tersebut, merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak, yakni pemerintah dan setiap individu masyarakat, termasuk di dalamnya para mahasiswa, sebagai calon-calon pemimpin pada masa yang akan datang.

Leave a Reply