CUKAI ROKOK NAIK 23 %

Reporter/Redaktur/Editor : RIKSAN SATYAPRAWIRA

Pemerintah Pusat memutuskan untuk menaikkan cukai rokok pada tahun 2020 sebesar 23 %. Kenaikan ini dilakukan dengan 3 pertimbangan yaitu mengurangi konsumsi rokok di masyarakat, menghilangkan peredaran rokok ilegal dan kepentingan industri termasuk pekerja industi dikarenakan produksi rokok dalam prosesnya melibatkan banyak pihak diantaranya petani tembakau.

Pengurangan konsumsi rokok dilakukan karena menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, jumlah perokok muda pada rentang usia 10 -18 tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 prevalensinya masih 8,8 % sedangkan pada tahun 2018 naik menjadi 9,1 %.

Dengan kenaikan cukai rokok sebesar 23 % tersebut, menurut Kementerian Keuangan, Harga Jual Eceran (HJE) rokok pun naik menjadi 35 %. Kementerian Keuangan menjelaskan kenaikan ini akan berlaku pada 1 Januari 2020 dan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan.

Terkait kenaikan harga cukai rokok ini, sempat beredar di masyarakat, Informasi daftar harga berbagai merek rokok pada tahun 2020. Informasi tersebut ditemukan menyebar salah satunya melalui aplikasi chatting Whatsapp. Menanggapi hal tersebut, para produsen rokok, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena para produsen rokok masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan mengenai kenaikan cukai rokok.

Naiknya cukai rokok pada tahun 2020, membuat Pemerintah Pusat menargetkan penerimaan negara dari cukai rokok sebesar Rp. 180,5 triliun.

Leave a Reply