SMART CITY TIDAK SEKEDAR MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN FISIK SAJA

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Seperti ditegaskan Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., Smart City tidak sekedar melaksanakan pembangunan fisik saja, tapi juga reformasi administratif di segala bidang, diantaranya pemerintahan, pendidikan dan kesehatan. Penegasan tersebut disampaikan usai mengikuti acara Welcome Dinner dan Opening Ceremony Seminar dan Sharing Best Practice Citynet Indonesia tahun 2019, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, tepatnya tanggal 16 Oktober 2019, yang mengambil tema, Strategi Pengembangan Smart City.

Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo selaku Presiden Citynet Indonesia, Saiful Ilah, Wali Kota Kupang, Jefirtson Riwu Kore, perwakilan Citynet Korea, unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Kupang, serta seluruh pengurus dan anggota Citynet Indonesia.

Acara tersebut sangat positif dan strategis, sebagai upaya Pemerintah Kota dan Kabupaten menuju smart city. Untuk itu, masalah smart city ini harus disosialisasikan kepada seluruh kalangan masyarakat, sekaligus memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep kota yang cerdas. Selain itu, pembangunan daerah-daerah di Indonesia bisa sejalan dengan kehidupan sosial, sesuai dengan berbagai peraturan serta memperhatikan konsep perencanaan kota berbasis digital.

Ditegaskan pula, saat ini pemanfaatan teknologi informasi dan pengembangan inovasi, jadi kunci utama dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tujuan utama smart city, yakni untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Adapun sasaran smart city yang harus senantiasa diperhatikan dan dilaksanakan oleh semua pihak, diantaranya smart governance untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, informatif dan responsif,  smart living untuk mewujudkan kota yang sehat dan pelayanan yang baik, smart people untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) melalui pendidikan, smart ekonomi untuk menumbuhkan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi, serta smart environment untuk meningkatkan kualitas manajemen SDA (Sumber Daya Alam) yang ramah lingkungan.

Leave a Reply