MTQ KE 40 TINGKAT KOTA SUKABUMI SEBAGAI AJANG EVALUASI, REGENERASI DAN SILATURAHMI

Reporter/Redaktur/Editor : RATNA NURSEHA

Walikota Sukabumi, H. Achmad Fachmi, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 tingkat Kota Sukabumi tahun 2019 bertempat di YPI Al-Muawanah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Rabu, 23 Oktober 2019. MTQ ke-40 ini dilaksanakan di Kecamatan Lembursitu sebagai juara penyelenggara MTQ terbaik tahun 2018 lalu. Adapun waktu penyelenggaraannya yakni hari Rabu-Jumat, 23-25 Oktober 2019.

Ketua penyelenggara MTQ ke-40, Ir. H. Cecep Mansur, M.M. menjelaskan, MTQ kali ini diikuti oleh 406 peserta perwakilan dari 7 kecamatan. Adapun tujuan diselenggarakannya MTQ yakni untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan masyarakat kota Sukabumi, menumbuhkan serta meningkatkan motivasi masyarakat dalam mempelajari seni baca tulis Al-Qur’an, membumikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari, serta menyiapkan utusan terbaik untuk MTQ Tingkat Jawa Barat yang akan dilaksanakan di Kabupaten Subang tahun 2020.

MTQ ke-40 ini mengambil tema dengan semangat MTQ kita jalin sinergitas dan silaturahmi demi terwujudnya Kota Sukabumi yang religius, nyaman dan sejahtera. Adapun cabang dan golongan yang dimusabaqahkan yaitu cabang Tilawah golongan Murattal dan Qiroat Sab’ah, cabang Hifdzil Qur’an, kaligrafi Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan cabang menulis makalah Al-Qur’an.

Sementara itu, Walikota Sukabumi, H. Achmad Fachmi, dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan MTQ tingkat Kota Sukabumi ini memiliki tiga fungsi. Yang pertama sebagai ajang evaluasi, bermakna dalam pelaksanaan yang cukup panjang hingga menginjak angka 40 tahun sudah seharusnya dievaluasi sejauhmana perjalanan MTQ ini dilaksanakan dan apa dampak sosial kemasyarakatan termasuk keagamaan di wilayah kota Sukabumi termasuk di wilayah masing-masing kecamatan.

Kedua, MTQ memiliki peran sebagai proses regenerasi. Sejak dahulu Kota Sukabumi  banyak melahirkan qori-qoriah terbaik yang tidak hanya tampil di tingkat propinsi, nasional tapi juga internasional. Selain itu, Sukabumi juga banyak melahirkan ulama-ulama masyhur yang bisa jadi lahir dari ajang MTQ terdahulu. Maka penyelenggaraan MTQ ini juga sebagai ajang regenerasi untuk memperkenalkan pelaksanaan MTQ ini kepada para siswa sehingga penyelenggaraan MTQ di masa-masa yang mendatang akan lebih baik dan melahirkan qori-qori’ah terbaik dari kota Sukabumi.

Walikota menjelaskan, fungsi atau peran yang ketiga, yakni MTQ sebagai ajang kolaborasi dan silaturahmi. Dalam penyelenggaraan MTQ tumbuh nilai-nilai kebersamaan, persatuan, persaudaraan dan kolaborasi. Maka MTQ bukan hanya sebagai ajang kejuaraan saja tetapi juga sebagai ajang menjalin silaturahmi antara ulama, umaro dan masyarakat serta proses peningkatan keimanan yang akan terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.

Leave a Reply