PRODUKSI SAMPAH DI KOTA SUKABUMI DALAM SETIAP HARINYA MENCAPAI 171 TON

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menandaskan, produksi sampah di Kota Sukabumi dalam setiap harinya mencapai 171 ton. Hal tersebut sangat berdampak pada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Cikundul, serta diprediksi hanya mampu bertahan sampai dengan bulan Desember 2019. Adapun salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut, diantaranya dengan mengurangi sampah plastik yang mencapai sekitar 60 persen dari total produksi sampah, yakni setiap masyarakat yang berbelanja ke pasar atau ke pusat perbelanjaan harus membawa kantong sendiri dari rumah.

Penandasan tersebut disampaikan saat melepas secara resmi perseta aksi Mencabut Paku di Pohon dan Clean Action Anniversary Saling (Sahabat Lingkungan) Kota Sukabumi, tanggal 30 November 2019, di Halaman Apel Setda Kota Sukabumi. Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Ir. H. Juanda Kota Sukabumi ini, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Nasional tepatnya yang jatuh pada tanggal 28 November 2019, serta diikuti oleh para aktivis dan mahasiswa peduli lingkungan.

Djelaskan pula, kegiatan ini merupakan salah satu komitmen semua pihak, dalam rangka upaya menjaga bumi dan lingkungan. Karena hal tersebut bukan hanya menjadi isu lokal saja, tapi juga menjadi isu internasional bahkan menjadi isu agama. Dalam Al-Qur’an disebutkan, kerusakan alam atau lingkungan dikarenakan oleh ulah manusia. Untuk itu, Saling Kota Sukabumi beserta para aktivis dan mahasiswa peduli lingkungan, berupaya menjaga alam dan lingkungan, diantaranya dengan melakukan pencabutan paku di pohon dan gerakan kebersihan lingkungan. Diharapkannya, kegiatan tersebut bukan hanya merupakan seremonial saja, tapi harus terus digiatkan dan dilaksanakan, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, supaya dapat terlibat secara aktif dalam menjaga alam dan lingkungan.

Selanjutnya Wali Kota Sukabumi menjelaskan, setiap daerah kabupaten dan kota harus memiliki sekitar 30 persen RTH (Ruang Terbuka Hijau), yakni 20 persen dibangun oleh pemerintah dan 10 persen oleh privat atau pribadi. Namun dari target RTH tersebut, di Kota Sukabumi baru memiliki sekitar 12 persen. Oleh karenanya, upaya menjaga pohon harus terus dilakukan, supaya bisa tumbuh dengan baik. Dijelaskan pula, aksi mencabut paku di pohon ini, menjadi stimulans bagi masyarakat, untuk terus peduli terhadap alam dan lingkungan. Sebab paku yang ditancapkan di pohon, dapat mengganggu dan membunuh pohon.

Leave a Reply