SSK ADALAH SEKOLAH YANG MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN KB

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Kepala Disdalduk, KB, P3A dan PM (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Sukabumi, Hj. Nur’aeni Komarudin, S.IP., M.Si. menjelaskan, SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan KB (Keluarga Berencana) ke dalam mata pelajaran, sebagai pengayaan materi pembelajaran.

Selain itu, di dalam sekolah tersebut ada pojok kependudukan, sebagai salah satu sumber belajar bagi para peserta didik dalam membentuk generasi keluarga berencana, serta dapat memahami isu kependudukan.

Selanjutnya menjelaskan, pada saat ini Indonesia memasuki fenomena kependudukan bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif 15 sampai dengan 64 tahun proporsinya lebih dari 50 persen, dibandingkan dengan kelompok usia non produktif 0 sampai dengan14 tahun dan di atas 65 tahun.

Dikatakannya, fenomena kependudukan bonus demografi tersebut harus disiapkan dan diantisipasi dari mulai sekarang, diantaranya dengan membentuk generasi yang berkualitas, supaya mampu bersaing di berbagai bidang dan membawa keberkahan, bukan menjadi bencana bagi bangsa dan negara.

Dikatakan pula, dalam memasuki era bonus demografi, dengan pendidikan kependudukan kepada generasi muda terutama kepada para pelajar, dapat menyadarkan generasi muda dan para pelajar tentang melimpahnya tenaga kerja pada era tersebut.

Disamping itu, juga dapat mendorong generasi muda dan para pelajar, untuk senantiasa berupaya optimal menumbuhkan dan mengembangkan potensi dirinya masing-masing. Maksud dan tujuannya supaya dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas, serta memiliki pemahaman, sikap dan perilaku yang baik, serta pengetahuan dan wawasan tentang kependudukan dan KB, termasuk permukiman dan sanitasi, serta waktu atau usia menikah.

Leave a Reply