BERKOMITMEN MEMBANTU MASARAKAT AGAR TERHINDAR DARI JERATAN BANK EMOK

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen membantu masarakat, agar terhindar dari jeratan bank emok atau rentenir yang memberatkan. Salah satunya dengan merencanakan menerbitkan produk hukum seperti Perwal (Peraturan Wali Kota), untuk mencegah maraknya bank emok di masyarakat. Selain itu juga dengan menggulirkan sejumlah program, yang dapat  mempermudah masyarakat dalam mengakses permodalan untuk usaha.

Seperti ditandaskan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, 7 Januari 2020, Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah mengkaji penerbitan Perwal, untuk menekan sekaligus memberantas bank emok atau rentenir, berdasarkan masukan dari berbagai elemen masyarakat. Masukan tersebut diantaranya datang dari AMIR (Aliansi Muslim Indonesia Raya) dan elemen masyarakat lainnya, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Sukabumi, 6 Januari 2020, di Ruangan Utama Balai Kota Sukabumi. Sedangkan pembahasan lebih lanjut tentang penerbitan produk hukum tersebut, dilakukan oleh tim kecil dari Pemerintah Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi juga menggulirkan sejumlah program, untuk mencegah masyarakat terjerat rentenir. Diantaranya dengan mendorong pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Sedangkan program lainnya, yakni program Anyelir (Anti Nginjeum ka Rentenir) atau Anti Meminjam ke Rentenir. Adapun penyaluran kredit Anyelir ini, merupakan program lanjutan pendidikan dan pelatihan Sukabumi Kece (Kelurahan Entrepreneurhip Center), serta penyaluran kreditnya tanpa agunan dan bunga, termasuk pendampingan untuk menjadi wirausaha baru. Selanjutnya program udunan online, bekerja sama dengan Rumah Zakat, untuk menangani sejumlah masalah sosial, seperti rumah roboh dan masalah sosial lainnya. Selain itu, juga ada program untuk mencegah renternir atau bank emok, yakni program arisan ibu-ibu melalui Rumah Zakat. Dikatakannya, berbagai program dan gerakan tersebut merupakan program dan gerakan bersama, bukan program dan gerakan masing-masing, untuk melakukan perbaikan dan mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat.

One Response

  1. Hadian permana 12 Januari, 2020 Reply

Leave a Reply