UNTUK MEWUJUDKAN DYNAMIC GOVERNMENT TIDAK BISA DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH SAJA

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menandaskan, untuk mewujudkan dynamic government atau pemerintahan yang dinamis, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi membutuhkan peran serta dari berbagai elemen masyarakat. Sebab dynamic government adalah gaya kepemimpinan yang mendorong kolaborasi dan kemitraan atau kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya dalam melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Hal ini sesuai dengan konsep Pentahelix ABCGM, yakni Akademisi, Bisnis, Community, Government dan Media, termasuk di dalamnya Karang Taruna.

Penandasan tersebut disampaikan saat menghadiri Temu Karya III Karang Taruna Kota Sukabumi 2020, di Operation Room Setda Kota Sukabumi, 12 Januari 2020. Pada kesempatan tersebut hadir Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Kamal Suherman, S.H., Anggota DPRD, Dani Ramdani dan Iwan, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Dida Sembada, M.M., dan Ketua Karang Taruna Provinsi Jawa Barat, Subchan Daragana.

Wali Kota Sukabumi mengharapkan, temu karya ini bisa dimulai dan diakhiri dengan suasana keakraban dan kekeluargaan serta tidak ada ekses yang negatif. Sehingga melalui temu karya ini dapat melahirkan pemimpin Karang Taruna yang berkepribadian, berpengetahuan dan terampil. Apalagi Karang Taruna harus terlibat aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan, sesuai dengan ranah dan kompetensinya.

Dikatakannya, Karang Taruna yang dibentuk pada tanggal 26 September 1960, diharapkan dapat menjadi jembatan dari berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan yang terjadi. Selanjutnya pada tahun 1982 disepakati, bahwa para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna harus memiliki kepribadian, pengatahuan dan keterampilan sebagai indikator kepemudaan.

Leave a Reply