PEMERINTAH PUSAT MENGEMBANGKAN PROGRAM BPNT MENJADI PROGRAM SEMBAKO

Reporter : ARIF HIDAYAT

Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menjelaskan, mulai tahun 2020 ini, Pemerintah Pusat mengembangkan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) menjadi program Sembako (Sembilan Bahan Pokok). Pengembangkan program tersebut, sesuai dengan instruksi Presiden, untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan menjaga kecukupan gizi masyarakat, dengan mampu membeli bahan pangan.

Dijelaskan pula, program tersebut di Kota Sukabumi sudah dilaunching, tepatnya di Kube (Kelompok Usaha Bersama) Jasa E-Warong (Elektronik Warung Gotong Royong) Cibeureum II, Jalan Ciandam, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Adapun besaran dana program tersebut, yang semula pada tahun 2019 sebesar Rp. 110 ribu, pada tahun 2020 menjadi Rp. 150 ribu per bulan, dengan menambah jumlah komoditas bahan pangan yang harus memenuhi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sumber vitamin dan mineral.

Sedangkan jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) program tersebut, untuk Kota Sukabumi pada tahun 2020 ada penambahan sebanyak 3.939 KPM, yakni dari 12.114 KPM pada tahun 2019 menjadi 16.053 KPM.

Selain itu juga dijelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakan pengembangan program BPNT dengan menambah komoditas tersebut, untuk mengurangi beban pengeluaran KPM melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, memberikan gizi yang lebih seimbang kepada KPM, meningkatkan ketepatan sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas dan administrasi, serta memberikan manfaat pilihan dan kendali kepada KPM, dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Selanjutnya meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan perbankan, meningkatkan  transaksi non tunai dalam agenda GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai), dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan, serta dalam jangka panjang mencegah terjadinya stunting, dengan pemenuhan gizi pada 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

Leave a Reply