PEMERINTAH KOTA SUKABUMI MEMBANTAH ISU YANG BEREDAR LUAS DI MEDIA SOSIAL MENGENAI SUSPECT VIRUS CORONA

Reporter/Redaktur/Editor : RIKSAN SATYAPRAWIRA

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, membantah isu pasien suspect virus Covid-19 di RSUD R.Syamsudin, SH, yang ramai beredar melalui media sosial. Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin, 2 Maret 2020 di RSUD R. Syamsudin,SH.

Terkait adanya pasien yang diduga suspect corona, dijelaskan oleh Wali Kota, bahwa RSUD R.Syamsudin, SH pada hari Minggu, 1 Maret 2020, menerima 2 orang pasien yang sebelumnya menjalankan ibadah Umroh dan sempat berkunjung ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kedua orang pasien tersebut yang merupakan pasangan suami istri dengan inisial S dan T diperiksa dengan keluhan batuk, pilek dan demam termasuk sesak nafas. Pasien S setelah berkonsultasi dengan dokter  spesialis paru – paru berada dalam kategori pemantauan, sedangkan pasien T setelah konsultasi berada dalam kategori pengawasan.

Pasien T yang kemudian meninggal dunia dan kemudian beredar isu akibat virus corona, telah dikonfirmasi meninggal karena masalah pada jantung. Sebab diketahui pasien T merupakan pasien lama RSUD R.Syamsudin, SH yang telah diketahui riwayat kesehatannya memiliki penyakit jantung. Selain itu, saat dikonfirmasi keterangan dari keluarga, diketahui bahwa baik pasien S maupun T, sebelum berangkat umroh memang dalam kondisi kurang sehat.

Dalam konferensi pers tersebut ditegaskan bahwa untuk menyatakan virus corona atau bukan, kewenangannya ada pada Kementerian Kesehatan.  Pemerintah Kota Sukabumi pun melalui Dinas Kesehatan dan RSUD R.Syamsudin, SH termasuk fasilitas kesehatan pertama, telah memiliki prosedur seandainya ditemukan kasus virus corona.

Wali Kota menghimbau masyarakat untuk bijak menerima setiap informasi, serta tidak panik dan resah jika mendapatkan informasi yang belum bisa diyakini kebenarannya. Karena informasi yang salah tentunya dapat menimbulkan kegaduhan dan dampak luar biasa.

Leave a Reply