KOTA SUKABUMI SUDAH MENGANTISIPASI DAMPAK CORONA TERHADAP EKONOMI DAERAH

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Gambaran umum Kota Sukabumi kondusif, dan sudah mengantisipasi dampak corona terhadap ekonomi daerah. Demikian disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, saat mengikuti Rakor (Rapat Koordinasi) Pembahasan Dampak Ekonomi dan Penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Jawa Barat, melalui video conference, bertempat di Ruangan Tata Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, 19 Maret 2020.

Hadir dalam Rakor tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri S. Hamami, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Drs. H. Dida Sembada, M.M., dan para pejabat terkait lainnya. Rakor tersebut dipimpin oleh Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Bank Indonesia Jawa Barat, di Bandung.

Wali Kota Sukabumi menjelaskan, situasi Kota Sukabumi kondusif, dan terus melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi, khususnya dalam hal penanganan virus Corona. Demikian pula stok bahan pokok masyarakat dalam keadaan aman. Selain itu, juga diterapkan pembatasan pembelian barang bahan pokok, untuk mencegah penimbunan. Disamping itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga menggiatkan penyemprotan disinfektan secara bertahap, di wilayah Kota Sukabumi.

Namun ketersediaan disinfektan dan hand sanitizer atau pembersih tangan terbatas, dan Pemerintah Kota Sukabumi menyebarkan video informasi pembuatan hand sanitizer. Maksud dan tujuannya, supaya masyarakat tidak panik dengan kelangkaan hand sanitizer, serta  bisa membuat sendiri.

Dijelaskan pula, ada tiga hal yang disampaikan oleh Gubernur dalam video conference terebut. Pertama untuk melakukan percepatan belanja fiskal di setiap daerah, kedua keringanan pajak bagi industri, karena sedang mengalami keterpurukan, dan ketiga memberikan komunikasi serta pesan yang positif dan menenangkannya, supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat.

Selanjutnya pembelajaan dilakukan secepat mungkin, agar terjadi peredaran uang di daerah. Intinya percepatan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Dikatakannya, isu Corona sangat berpengaruh terhadap dunia perhotelan dan yang lainnya. Dikatakan pula, dalam arahannya Gubernur meminta, agar berhati-hati terhadap kondisi industri informal, karena harus dipikirkan dan dikhawtirkan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), sehingga harus disikapi dengan bijak.

Leave a Reply