SEDANG MERUMUSKAN ROADMAP DALAM MENGHADAPI PANJANGNYA PERJALANAN COVID-19

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, menerima kedatangan AMIR (Aliansi Muslim Indonesia Raya) Sukabumi, 13 April 2020, di Balai Kota Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, AMIR menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap, terkait penutupan pabrik dan industri di Kota Sukabumi.

Sementara Wali Kota Sukabumi menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi sedang merumuskan dan mendesain roadmap dalam menghadapi panjangnya perjalanan Covid-19. Dikatakannya, berbagai kegiatan recofusing dalam rangka memusatkan kegiatan penanganan Covid-19 sudah dilakukan, dan tahapan pelaksanaan kegiatannya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Harus diakui, banyak sekali sektor yang terdampak oleh penyebaran Covid-19 ini,  bukan hanya ekonomi, perdagangan dan UMKM saja, tapi juga kesehatan. Untuk itu, dalam penanganannya sangat dibutuhkan kebersamaan dan sikap saling menguatkan dari semua pihak.

Diungkapkannya, beberapa hari yang lalu, Pemerintah Kota Sukabumi ikut serta dalam penyelenggaraan video conference dengan Menaker (Menteri Tenaga Kerja), salah satunya yakni pihak perusahaan wajib membayarkan hak-hak karyawannya jika melakukan PHK, meskipun pembayaran ditunda, namun harus dibangun kesepakatan bersama antara perusahaan dengan serikat pekerja.

Selain itu, perusahaaan juga mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19. Intinya harus saling menguatkan antara satu dan yang lainnya, serta harus berkolaborasi dalam menghadapi dan  menangani Covid-19, termasuk AMIR yang melakukan berbagai kegiatan. Dikatakannya, Wali Kota dan Aparat Pemerintah Kota Sukabumi juga menyisihkan anggaran, dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara Ketua AMIR Sukabumi, Budi Lesmana mengatakan, lembaganya bersuara terkait Covid-19, terutama pada sektor pekerja pabrik. Ada empat hal yang disampaikan. Pertama Wali Kota dan DPRD Kota Sukabumi harus menindak para pengusaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19, dan kedua menghindari adanya episentrum baru pandemi pada pabrik-pabrik, agar ditekankan jumlah rombongan kerja yang dapat meminimalisir kontak fisik massal.

Selanjutnya ketiga memfasilitasi hubungan bipartit antara pengusaha dengan pekerja dalam menghindari konflik, dan keempat memfasilitasi para buruh dan pekerja, agar tidak terjadi PHK massal, serta apabila ada yang dirumahkan agar hak-haknya diperhatikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua AMIR Sukabumi menjelaskan, pihaknya mengumpulkan donasi 100 paket Sembako, untuk disalurkan kepada komunitas pedagang kecil di depan sekolah dan masyarakat miskin baru yakni pekerja yang dirumahkan. Bantuan tersebut diberi nama Bakso Miksbar (Bantuan Sembako untuk Warga Miskin Baru).

Leave a Reply