DALAM PENERAPAN PSBB ADA KETENTUAN UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Dalam penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Sukabumi yang akan dilaksanakan secara serentak di Jawa Barat pada tanggal 6 Mei 2020, ada ketentuan untuk sektor transportasi, sesuai dengan arahan atau pedoman dari Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Yakni selama masa PSBB, untuk mobil berkursi dua baris seperti sedan, hanya boleh diisi oleh 3 orang, yakni 1 orang pengemudi di depan dan 2 orang penumpang di belakang. Sementara untuk mobil berkursi tiga baris, hanya boleh diisi oleh 4 orang, yakni 1 pengemudi di depan, 2 orang penumpang di tengah, dan 1 orang penumpang di belakang.

Selanjutnya untuk sepeda motor bisa berboncengan atau ditungganggi oleh 2 orang, asal antara pengemudi dan penumpang memiliki alamat yang sama pada kartu identitas. Sedangkan untuk sepeda motor online, hanya boleh ditunggangi oleh 1 orang penumpang dan hanya boleh membawa barang.

Kemudian untuk Angkot (Angkutan Kota), hanya boleh ditunggangi oleh 6 orang, yakni 1 orang pengemudi di depan, 3 orang penumpang di jok belakang pengemudi, dan 2 orang penumpang di jok belakang sebelah kiri pengemudi.

Selain itu, dalam masa PSBB, di Kota Sukabumi ada kebijakan dilarang parkir atau bebas parkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya dari mulai simpang Jalan Zaenal Zakse dan Jalan Stasiun Timur hingga Jalan Perintis Kemerdekaan atau depan BRI.

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, mengharapkan dengan diterapkannya PSBB ini, dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, serta dapat mempercepat terhadap pemulihan Kota Sukabumi dari pandemi Covid-19.

Leave a Reply