PEMERINTAH KOTA SUKABUMI SUDAH MENERAPKAN PSBB

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi sudah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tepatnya sejak tanggal 6 Mei 2020, pukul 00.00 WIB. Diterapkannya PSBB tersebut, dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease atau Covid-19 di Wilayah Kota Sukabumi, serta berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 36 Tahun 2020, tentang PSBB dalam Penanggulangan Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Barat, dan Perwal (Peraturan Wali Kota) Sukabumi Nomor 20 Tahun 2020, tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Wilayah Kota Sukabumi.

Dalam Perwal tersebut disebutkan, selama diberlakukannya PSBB, setiap orang wajib mencuci tangan memakai sabun di air yang mengalir dan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta memakai masker di luar rumah. Selanjutnya kegiatan belajar, ibadah dan aktivitas bekerja dilaksanakan di rumah atau di tempat tinggal masing-masing, kecuali sektor yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, pangan, bahan bakar minyak dan gas, kesehatan, perekonomian dan keuangan, serta komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik dan kebutuhan dasar lainnya.

Kemudian membatasi sementara jam operasional toko busana, toko bahan bangunan, bengkel, toko sparepart kendaraan, sesuai dengan Surat Edaran dari Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi, yakni dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kemudian Warung, Supermarket atau Toko Modern yang menjual Bapokting (Bahan Pokok Penting), dari pukul 09,00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya Restoran, Rumah Makan atau Tempat Makan dan sejenisnya tidak ada layanan makan di tempat, hanya melayani untuk dibawa pulang atau take away dan layanan antar dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB. Selain itu, perkantoran dan industri sampai dengan  pukul 15.00 WIB, dengan memberlakukan aturan physical distancing atau menjaga jarak dan SOP (Standar Operasional Prosedur) Protokol Kesehatan, seperti memakai masker dan hand sanitizer. Sedangkan PKL (Pedagang Kaki Lima), yang beroperasi sebelum pukul 09.00 hanya boleh melayani untuk dibawa pulang atau dibungkus, serta khusus untuk Apotek dan Rumah Sakit, jam operasionalnya mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Seperti dikatakan PLT (Pelaksana Tugas) Kepala Diskop UKM-PP Kota Sukabumi, Drs. H. Didin Syarifudin, M.Si., Surat Edaran tersebut berlaku sejak tanggal diterbitkanya, yakni pada tanggal 6 Mei 2020, serta akan dilakukan evaluasi dalam jangka waktu 14 hari, dengan melihat perkembangan pemberlakuan PSBB di Kota Sukabumi.

Leave a Reply