TERUS BERUPAYA MEMPERKETAT PERGERAKAN MANUSIA KE WILAYAH KOTA SUKABUMI

Reporter/Redaktur/Editor : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya memperketat dan mengurangi pergerakan manusia ke wilayah Kota Sukabumi. Diantaranya dengan menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tepatnya sejak tanggal 6 Mei 2020, mulai pukul 00.00 WIB.

Selanjutnya pada hari kedua PSBB tanggal 7 Mei 2020, ada penambahan Pos Penyekatan, yakni di Jalan Cimanggah dan Jalan Otista, serta pada hari keempat PSBB tanggal 9 Mei 2020, Jalan Ahmad Yani ditutup secara total untuk kendaraan, tepatnya dari persimpangan Jalan Zaenal Zakse dan Jalan Stasiun Timur hingga persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Yulius Usman. Kemudian Jalan Pelabuhan 2 pun ada kemungkinkan ditutup, karena merupakan akses masuk ke pusat keramaian Kota Sukabumi, serta Jalan Ir. H. Djuanda atau Dago menjadi sorotan berbagai pihak dan instansi terkakit.

Selain itu, pada hari kedelapan PSBB tanggal 13 Mei 2020, jam operasional swalayan dan toko di luar bahan pokok penting, buka pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.30 WIB, serta pada hari Sabtu dan Minggu tutup. Jam operasional swalayan dan toko tersebut, sesuai dengan Surat Edaran Diskop UKM-PP (Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian) Kota Sukabumi Nomor 510/353/Kopdagrin, tanggal 12 Mei 2020.

Dilaksanakannya berbagai upaya tersebut,  berdasarkan hasil evaluasi unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Sukabumi. Adapun maksud dan tujuannya, seperti dikatakan Wali Kota Sukabumi, H. Ahmad Fahmi, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pergerakan manusia, serta mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, unsur Forkopimda senantiasa berkeliling melakukan pemantauan ke sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Antara lain Jalan Cemerlang, Jalan K.H. Ahmad Sanusi, Jalan Sudirman, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Surya Kencana, Jalan Cimanggah, Jalan Siliwangi, Jalan R.A. Kosasih, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Gudang, Jalan Otista, Jalan Pelabuhan II, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Harun Kabir.

Ditandaskan pula, dari hasil pemantauan masih banyak masyarakat yang keluar rumah berbelanja kebutuhan pokok. Mungkin sudah menjadi budaya masyarakat berbelanja pada bulan Romadhon dan mendekati Idul Fitri. Untuk itu, Pemerintah Kota Sukabumi beserta instansi terkait akan meningkatkan dan lebih memperketat pergerakan manusia, terutama di pusat Kota Sukabumi, diantaranya melalui rekayasa lalu lintas.

Leave a Reply