PARA PENGGUNA KOMPUTER AGAR WASPADA TERHADAP SERANGAN VIRUS RANSOMWARE YANG BERNAMA PETYA

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kota Sukabumi, Drs. Gabril Sukarman, M.Pd., menghimbau kepada para pengguna komputer khususnya di Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berhati-hati, terhadap serangan virus ransomware yang bernama PETYA. Karena virus tersebut diprediksi lebih mematikan, dari pada virus ransomware wannacry, yang terjadi pada bulan Mei 2017 yang lalu. Himbauan Kepala Diskominfo Kota Sukabumi tersebut, sesuai dengan peringatan yang disampaikan oleh Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) RI.

Dijelaskannya, menurut informasi dari Kemenkominfo RI, serangan virus ransomware petya ini, sudah terjadi di beberapa perusahaan di negara-negara eropa, seperti di Ukraina. Dijelaskan pila, virus ransomware petya ini, menjangkiti sistem komputer supermarket dan sistem komputer kapal selam. Selain di Ukraina, yang sudah menjadi korban serangan virus ini, yakni perusahaan iklan Inggris. Disamping itu juga dijelaskan, virus ransomware petya ini, merupakan salah satu virus komputer, yang akan menyandera data-data pada komputer yang dijangkitinya, serta untuk mendapatkan kembali data-data pada komputer tersebut, para pemilik komputer tersebut harus membayar tebusan sebesar 350 dollar.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi mengatakan, dalam siaran persnya, Kemenkominfo RI menjelaskan, bahwa serangan virus ini bersifat global, serta seluruh warga masyarakat yang memiliki dan menggunakan komputer yang terhubung dengan jaringan internet, agar melakukan backup data. Sedangkan langkah dan upaya lainnya yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan virus tersebut, yakni dengan menggunakan sistem operasi yang orisinil dan melakukan pembaharuan atau update secara berkala, serta memasang anti virus dan mengganti password secara berkala.

Kepala Diskominfo Kota Sukabumi menghimbau kepada para pengelola teknologi dan informasi di institusi atau perusahaan khususnya di Kota Sukabumi, sebelum melakukan aktifitas menggunakan komputer, agar menon-aktifkan jaringan internet atau mencabut jaringan lokal, hingga benar-benar semuanya aman, serta melakukan backup data ke penyimpanan data terpisah. Selain itu. Kepala Diskominfo Kota Sukabumi juga mengatakan, berdasarkan informasi dari Kemenkominfo RI, hingga saat ini di Indonesia belum ada laporan terkait perusahaan atau personal warga masyarakat yang komputernya terjangkiti virus tersebut. Namun demikian, kewaspadaan dan kehati-hatian harus senantiasa ditingkatkan. Maksud dan tujuannya, supaya seluruh komputer milik perusahaan atau personal warga masyarakat khususnya di Kota Sukabumi, tidak terserang atau terjangkit virus tersebut.