Smart City Mampu Menjadi Solusi Pelayanan Publik Ditengah Pandemi

Reporter : RSP

Pandemi covid – 19 menjadi sebuah tantangan bagi Pemerintah Kota Sukabumi untuk menghadirkan layanan publik karena diterapkannya beberapa pembatasan untuk mencegah penyebaran covid – 19. Meski demikian, konsep Smart City Pemerintah Kota Sukabumi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi sejak 2017, berhasil menjawab beberapa tantangan yang muncul akibat pandemi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Yuli Noviawan, saat ditemui pada hari Jumat, 26 November 2021.

Dari 6 pilar Smart City yaitu Smart Government, Smart Society, Smart Living, Smart Economy, Smart Branding, dan Smart Environtment, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo mencontohkan beberapa inovasi dari berbagai dinas seperti bursa kerja online yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Kemudian kabizza fest yang masuk dalam pilar Smart Branding. Sebelum pandemi, kegiatan yang mengangkat kreasi anak muda ini, diadakan di Lapang Merdeka, tapi setelah menyebarnya covid – 19 tetap bisa dilaksanakan dengan mengadopsi format virtual.

Statement Kabid Aplikasi & Informatika Diskominfo

Beberapa aplikasi yang telah digunakan sebelum pandemi terjadi pun semakin dirasakan kegunaannya oleh masyarakat seperti aplikasi Super yang dikelola Diskominfo dan aplikasi Kemboja Sari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Berdasarkan data yang ada, kedua aplikasi tersebut yang termasuk ke dalam pilar Smart Government, semakin banyak digunakan masyarakat ketika pandemi merebak.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo, menyebutkan berdasarkan hasil penilaian Kementerian Komunikasi dan Informatika pada bulan Mei lalu, penerapan Smart City mendapatkan hasil penilaian yang meningkat, dan membuktikan konsep smart city bisa menjadi solusi pada masa pandemi.

Leave a Reply