KUOTA PEMBUATAN SERTIFIKAT TANAH PRONA TAHUN 2017 DI KOTA SUKABUMI MENGALAMI PENINGKATAN 2 KALI LIPAT DARI TAHUN 2016

Reporter : ENDANG SUMARDI

Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Drs. H. Andri Setiawan, M.M. menandaskan, Kuota Pembuatan Sertifikat Tanah melalui Prona (Program Operasi Nasional Agraria) Tahun 2017, di Kota Sukabumi mengalami peningkatan 2 kali lipat dari tahun 2016, yakni mencapai 1.500 sertifikat. Karena pada tahun 2016 yang lalu, kuota pembuatan sertifikat tanah melalui program tersebut, hanya mencapai 700 sertifikat. Diharapkannya, dengan adanya peningkatan kuota pembuatan sertifikat tanah melalui program tersebut, dapat mengakomodir harapan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya yang ingin membuat sertifikat tanah melalui program tersebut.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi menjelaskan, pada tahun 2016 yang lalu, pembuatan sertifikat tanah melalui program tersebut, difokuskan di wilayah Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Sedangkan untuk tahun 2017 ini, akan difokuskan di 3 wilayah kecamatan, yakni di wilayah Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Cikole.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan program tersebut, pihak Pemerintah Kota Sukabumi beserta aparat wilayah kecamatan dan kelurahan masing-masing serta instansi dan lembaga terkait, saat ini sedang melakukan pendataan. Dikatakannya, seluruh sertifikat tersebut, ditargetkan selesai pada tahun 2017 ini, serta akan disahkan oleh Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Sedangkan penyerahan sertifikatnya, akan dilaksanakan pada Peringatan HBN (Hari Besar Nasional).

Berkaitan dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Cikole, yang ingin membuat sertifikat tanah melalui Prona Tahun 2017, agar segera menghubungi RT dan RW serta Kelurahan dan Kecamatannya masing-masing, sekaligus  menyelesaikan berbagai persyaratan yang diperlukan dan ditetapkan oleh pihak Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya pihak Kantor BPN Kota Sukabumi dalam melakukan proses sertifikasi tanah milik warga masyarakat di 3 wilayah kecamatan tersebut, bisa dilaksanakan dengan mudah dan cepat, karena dilakukan secara terpadu.

Dikatakan pula, dilaksanakannya pembuatan sertifikat tanah melalui program tersebut, sebagai salah satu upaya perifikasi, untuk mengetahui jumlah warga masyarakat yang tidak memiliki sertifikat tanah. Selain itu, juga untuk membantu warga masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah, khususnya dari segi pembiayaannya. Karena pembuatan sertifikat tanah melalui program tersebut, tidak ada pungutan biaya apapun alias gratis, sebab pembiayaannya disubsidi oleh pemerintah, melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).