WALIKOTA DAN SEKDA KOTA SUKABUMI MENJAMIN KESERIUSAN PT FAP DALAM MEMBANGUN PASAR RAKYAT MODERN KOTA SUKABUMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M. dan Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., menjamin keseriusan PT FAP (Fortunindo Artha Perkasa) Jakarta, dalam membangun Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi, tepatnya di lokasi eks Pasar Pelita Kota Sukabumi. Adapun keseriusan PT tersebut sudah dibuktikan, yakni dengan melaksanakan proses pembangunan pasar tersebut, sesuai dengan berbagai ketentuan yang sudah disepakati bersama antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan PT FAP, sebagaimana yang tertera dalam MoU (Memorandum of Understanding) atau Nota Kesepahaman Kerjasama Tentang Perjanjian Kerjasama Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi.

Selain itu, PT FAP juga sudah menyerahkan uang jaminan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, yakni besarnya mencapai  Rp. 33 milyar yang dihol di Bank BTN, serta sudah menyelesaikan bank garansi sebesar Rp. 9 miliar di Bank BJB Pusat Kota Sukabumi. Dengan demikian, PT FAP ini tidak main-main dalam membangun Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi ini. Ditandaskannya, apabila PT FAP main-main dalam membangun Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi ini, berbagai ketentuan dan kewajiban yang dipersaratkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi tidak akan dipenuhi oleh PT tersebut. Ditandaskan pula, apabila PT FAP main-main dalam membangun Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi ini, maka uang jaminan yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Sukabumi sebesar Rp. 33 milyar yang dihol di Bank BTN ini, akan lenyap dan menjadi milik Pemerintah Kota Sukabumi.

Menyinggung adanya keterlambatan dalam memasukan alat berat ke lokasi pasar tersebut, menurut Walikota Sukabumi dan Sekda Kota Sukabumi, tidak ada hubungannya dengan ketidakseriusan PT tersebut, dalam membangun Pasar Rakyat Modern Kota Sukabumi ini. Tapi masalah tersebut, akibat adanya persoalan teknis yang harus difahami oleh semua pihak, baik oleh pemerintah maupun oleh warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya oleh para pedagang, yakni hanya persoalan izin memasukan alat berat ke lokasi pasar tersebut, termasuk Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) pembangunan dan Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang hingga saat ini masih dalam tahap proses.

Untuk itu, berbagai jenis perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, akan segera diselesaikan dan diterbitkan, setelah izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat keluar. Sebab masuknya alat berat dan material bangunan ke lokasi tersebut harus berdasarkan perizinan, sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Maksud dan tujuannya, supaya tidak menjadi persoalan ke depannya. Dikatakannya, semula Pemerintah Kota Sukabumi menginginkan, agar seluruh alat berat untuk membangun pasar tersebut dapat segera masuk ke lokasi tersebut, yakni pada tanggal 10 Juli 2017, namun berbagai perizinannya masih dalam tahap proses oleh instansi terkait. Selain itu juga dikatakan, sambil menunggu keluarnya berbagai perizinan tersebut, pihak PT FAP melakukan berbagai persiapan, khususnya lahan untuk transit, supaya seluruh alat berat dan material bangunan untuk membangun pasar tersebut, dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Berkaitan dengan hal tersebut, baik Walikota Sukabumi maupun Sekda Kota Sukabumi, memohon doa kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, khususnya kepada para pedagang, supaya proses pembangunan pasar tersebut dapat segera dilaksanakan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala apapun, sesuai harapan semua pihak.