SELURUH GURU BK DI KOTA SUKABUMI AGAR MENANGGULANGI KENAKALAN PELAJAR DAN HIV-AIDS

Reporter : ENDANG SUMARDI

Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., selaku Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi, menghimbau kepada seluruh Guru BK (Bimbingan Konseling) di Kota Sukabumi, agar berupaya optimal menanggulangi kenakalan pelajar dan HIV-AIDS di sekolahnya masing-masing, dengan lebih aktif memberikan sosialisasi dan pengertian tentang bahaya HIV-AIDS. Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, disampaikan pada acara Lokakarya Guru BK se Kota Sukabumi, dalam rangka upaya menanggulangi kenakalan remaja dan HIV-AIDS di lingkungan sekolah.

Ditandaskannya, jumlah penderita HIV-AIDS usia produktif 15 sampai dengan 24 tahun, di Kota Sukabumi terus meningkat. Untuk itu, upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja, khususnya pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan terhadap terjangkitnya HIV-AIDS, harus senantiasa dilakukan dan ditingkatkan secara optimal. Karena upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja dan HIV-AIDS yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah akan lebih efektif, melalui materi dan pembelajaran serta pendidikan karakter dan budi pekerti.

Ditandaskan pula, penyakit seksual terutama HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba, merupakan persoalan yang serius dan berbahaya. Berkaitan dengan hal tersebut, KPA Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya di Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS kepada segenap lapisan warga masyarakat dan ke setiap sekolah yang ada di Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya segenap lapisan warga masyarakat dan seluruh pelajar di Kota Sukabumi, dapat membentengi diri dari berbagai hal dan perbuatan negatif, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Wakil Walikota Sukabumi mengungkapkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir tercatat sekitar 13,3 persen dari total penderita HIV-AIDS di Kota Sukabumi, merupakan usia produktif. Sedangkan pada tahun 2017 tepatnya hingga bulan Juni 2017, jumlahnya sudah mencapai 21 persen dari total 66 kasus baru yang di temukan. Diungkapkan pula,  jumlah kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi terbilang cukup tinggi. Namun pada tahun 2017 tepatnya hingga bulan Juni 2017 sudah menurun, apabila dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama. Wakil Walikota Sukabumi  menjelaskan, adanya penurunan kasus HIV-AIDS tersebut, karena Pemerintah Kota Sukabumi melalui KPA Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya di Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melaksanakan sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS kepada populasi kunci dan populasi umum atau warga masyarakat dan para pelajar.