DISNAKER KOTA SUKABUMI AKAN MEMBERLAKUKAN PERDA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI IMTA

Reporter : ENDANG SUMARDI

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) Kota Sukabumi, dalam tahun 2017 ini akan memberlakukan  Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Retribusi IMTA (Izin Mempekerjakan Tenagakerja Asing) di Kota Sukabumi. Dengan demikian, perpanjangan IMTA di Kota Sukabumi, mulai tahun 2017 ini dikenakan retribusi, sesuai dengan  Perda Kota Sukabumi Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Retribusi IMTA di Kota Sukabumi.

Sekretaris Disnaker Kota Sukabumi, Dra. Hj. Iyan Damayanti, M.Si. mengharapkan, dengan diberlakukannya Perda tersebut, dapat menjadi sumber baru serta dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Sukabumi, kendati besarannya sangat bergantung dan ditentukan oleh jumlah dan banyaknya TKA (Tenaga Kerja Asing) di Kota Sukabumi.

Adapun mengenai pembayaran retribusi tersebut, langsung dimasukkan ke Kas Daerah Kota Sukabumi, dengan besaran retribusi per bulan sebesar 100 dolar atau per tahun sebesar 1.200 dolar per TKA, sesuai dengan besaran dolar yang berlaku pada saat itu. Sedangkan TKA yang bekerja di Kota Sukabumi, saat ini berjumlah 6 orang. Dengan demikian, besaran retribusi IMTA di Kota Sukabumi, dapat diketahui oleh semua pihak, baik oleh aparat pemerintah maupun oleh warga masyarakat Kota Sukabumi. Karena perhitungannya sangat mudah, yakni 6 orang TKA x 1 dolar atau Rp. 13.000,00 x 12 bulan atau totalnya sebesar Rp. 93,6 juta per tahun.

Ditandaskannya, apabila ada TKA di Kota Sukabumi yang melanggar Perda tersebut atau tidak membayar retribusi tersebut, pihak Disnaker Kota Sukabumi, tidak akan segan-segan menindak secara tegas dan memberi sanksi, sesuai dengan Perda tersebut, dari mulai pidana kurungan selama 3 bulan sampai dengan denda yang besarnya 3 kali dari jumlah retribusi terutang yang tidak atau belum dibayar. Ditandaskan pula, dengan diberlakukannya Perda tersebut, dapat mempermudah pihak Disnaker Kota Sukabumi, dalam melakukan pengawasan kepada setiap TKA di Kota Sukabumi. Sebab dasar hukumnnya sudah jelas, dan hanya tinggal melaksnakannya dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, Sekretaris Disnaker Kota Sukabumi meminta kepada setiap perusahaan di Kota Sukabumi, agar senantiasa proaktif dan kooperatif serta melaporkan jumlah TKA yang bekerja di perusahaannya masing-masing secara rutin setiap bulan, untuk dijadikan bahan Disnaker Kota Sukabumi, khususnya dalam melakukan pemungutan retribusi IMTA di Kota Sukabumi, serta untuk menghindari adanya TKA ilegal di Kota Sukabumi.