MUSIBAH KEBAKARAN DI KOTA SUKABUMI SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2017 MENCAPAI 13 KASUS

Reporter : ENDANG SUMARDI

Kepala Unsur Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan mengungkapkan, musibah kebakaran di Kota Sukabumi, sejak periode bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017 mencapai 13 kasus. Adapun faktor yang menjadi penyebab kuat terjadinya musibah tersebut, diduga karena arus pendek listrik. Diharapkannya, musibah kebakaran di Kota Sukabumi, hingga akhir tahun 2017 tidak terjadi lagi. Sedangkan pada periode tahun 2016, musibah kebakaran yang terjadi di Sukabumi mencapai 20 kasus. Diungkapkan pula, dalam setiap terjadi musibah kebakaran di Kota Sukabumi, pihaknya beserta seluruh aparat Damkar (Pemadam Kebakaran) dan BPBD Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melaksanakan tugas memadamkan api.

Untuk itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menghimbau kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, agar senantiasa waspada dan berhati-hati serta berupaya optimal mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran di rumah kediaman dan di lingkungannya masing-masing, terutama pada musim kemarau saat ini, diantaranya dengan memeriksa seluruh kabel listrik dan menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari berbagai sumber api, seperti kompor, tungku dan sebagainya.

Disamping itu, Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi meminta kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, apabila terjadi musibah kebakaran dan musibah lainnya di wilayahnya masing-masing, agar segera menghubungi aparat instansi dan lembaga terkait, atau kepada aparat kelurahan dan kecamatan masing-masing, untuk segera ditindaklajuti dan ditangani, khususnya terhadap warga masyarakat yang menjadi korban bencana. Karena setiap terjadi musibah di wilayah Kota Sukabumi, harus segera ditangani secara bersama-sama, terpadu dan terkoordinir, untuk mengantisipasi dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Dalam pada itu, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran BPBD Kota Sukabumi, Hendar Iskandarsyah, S.IP. menjelaskan, terjadinya musibah kebakaran khususnya yang diakibatkan oleh arus pendek listrik, realita di lapangan mayoritas diakibatkan oleh keteledoran warga masyarakat pada saat menambah daya listrik dari 450 watt menjadi 1.300 watt, kabelnya tidak diganti. Padahal idealnya, pada saat warga masyarakat menambah daya listrik tersebut, kabelnya pun harus diganti dengan kabel yang memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia).

Dijelaskan pula, musibah kebakaran yang terjadi di Kota Sukabumi, selain diakibatkan oleh arus pendek listrik, juga diakibatkan oleh kebocoran gas elpiji. Untuk itu, pihak Damkar dan BPBD Kota Sukabumi, senantiasa berupaya optimal melakukan sosilasasi tentang cara menggunakan listrik dengan baik dan benar, cara menggunakan kompor gas yang baik dan benar, serta cara menanggulangi kebocoran gas elpiji, kepada segenap lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, dari mulai Tingkat Kecamatan dan Kelurahan hingga Tingkat RW dan RT.