PEMKOT SUKABUMI BERUPAYA MEMPERTAHANKAN LAHAN PERSAWAHAN YANG ADA SAAT INI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Seperti diungkapkan Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., Pemkot (Pemerintah Kota) Sukabumi berupaya optimal mempertahankan lahan persawahan yang ada saat ini di wilayah Kota Sukabumi, yakni sekitar lebih kurang 1.400 hektar, tersebar di 7 wilayah kecamatan dan 33 kelurahan se Kota Sukabumi. Dikatakannya, dengan luas lahan persawahan tersebut, produksi padi di Kota Sukabumi hanya cukup untuk jangka waktu satu bulan. Adapun upaya tersebut, diantaranya dilakukan dengan cara mencegah terjadinya alih fungsi lahan persawahan menjadi permukiman atau kawasan industry, sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah) Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2016 tentang PLP2B (Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

Dikatakan pula, Perda Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2016 tentang PLP2B ini, diantaranya mengatur setiap lahan persawahan milik warga masyarakat dikerjasamakan, supaya fungsinya senantiasa sesuai sebagai lahan pertanian. Sementara lahan persawahan milik Pemerintah Kota Sukabumi, fungsinya tidak boleh diubah untuk kepentingan lain. Selain itu juga dikatakan, kondisi lahan persawahan yang sangat terbatas di wilayah Kota Sukabumi ini, menunjukkan Kota Sukabumi lebih cocok sebagai kawasan pengolahan pertanian. Sedangkan untuk produksi pertanian bisa dilakukan di daerah lainnya.

Lebih jauh Walikota Sukabumi mengatakan, selain terkendala masalah lahan persawahan, kendala lainnya di Kota Sukabumi dalam pengembangan pertanian, yakni regenerasi pelaku pertanian. Karena sangat jarang pemuda berusia sekitar 20 tahunan di Kota Sukabumi, yang memiliki minat untuk menjadi petani. Dengan demikian, usia para petani di Kota Sukabumi, saat ini rata-rata sekitar 40 sampai dengan 50 tahunan. Berkaitan dengan hal tersebut, apabila para petani tersebut sudah berusia 70 tahun, dikhawatirkan tidak bisa bercocok tanam lagi.

Dalam pada itu, Sekretaris DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi, drh. Ate Rahmat, M.Si. menjelaskan, luas lahan persawahan yang ada di wilayah Kota Sukabumi, saat ini mencapai 1.468 hektar. Untuk itu, alih fungsi lahan persawahan di wilayah Kota Sukabumi ke sektor lain, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Sebab dengan terjadinya penyusutan lahan persawahan di Kota Sukabumi, akan sangat berdampak dan mengancam terhadap ketahanan pangan daerah.

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi sudah menerbitkan dan memberlakukan Perda Kota Sukabumi Nomor 1 Tahun 2016 tentang PLP2B, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang PLP2B. Adapun maksud dan tujuan diterbitkan dan diberlakukannya Perda tersebut, sebagai salah satu upaya dan payung hukum, untuk mencegah adanya dan terjadinya alih fungsi lahan persawahan di wilayah Kota Sukabumi menjadi kawasan permukiman atau kawasan industri.

Dijelaskan pula, dalam Perda tersebut dijelaskan, luas lahan persawahan yang ditetapkan menjadi lahan abadi persawahan di Kota Sukabumi, sesuai dengan penetapan luas PLP2B dan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Sukabumi, seluruhnya mencapai 321 hektar, tersebar di 4 wilayah kecamatan, yang terdiri dari Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Lembursitu dan Kecamatan Warudoyong.