DIREKTUR POLITEKNIK DAN KETUA STIKES SUKABUMI PERIODE TAHUN 2017-2021 SUDAH DILANTIK SECARA RESMI

Reporter : ENDANG SUMARDI

Direktur Politeknik Sukabumi, Nonda Mauldani, S.T., M.Kom. dan Ketua STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Sukabumi, Iwan Permana, S.Kep., M.Kep. periode tahun 2017-2021, sudah dilantik secara resmi oleh Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., selaku Pembina dan Pendiri Yayasan Kusumah Bangsa Kota Sukabumi, didampingi Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dr. H.M.N. Hanafie Zain, M.Si., selaku Ketua Yayasan Kusumah Bangsa Kota Sukabumi, tepatnya tanggal 5 Oktober 2017, di Auditorium Politeknik Sukabumi.

Hadir pada kesempatan tersebut, Jajaran Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Kusumah Bangsa Kota Sukabumi, Ketua beserta Jajaran Senat Akademik Politeknik Sukabumi dan STIKES Sukabumi, para Dosen dan Staf Administrasi Politeknik Sukabumi dan STIKES Sukabumi, Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Politeknik Sukabumi dan STIKES Sukabumi, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walkota Sukabumi menjelaskan, bahwa pergantian kepemimpinan dalam suatu lembaga atau institusi merupakan hal yang lumrah, sebagai salah satu bagian dari proses manajemen, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi ke arah yang lebih balk lagi. Untuk itu, pergantian kepemimpinan di Politeknik Sukabumi dan STIKES Sukabumi ini, jangan diartikan sebagai kebijakan pribadi level pimpinan puncak, yang didasarkan pada suka atau tidak suka terhadap seseorang. Terlebih dalam pemilihan pimpinan di Politeknik Sukabumi dan STIKES Sukabumi ini, karena sudah sesuai dengan amanat statuta lembaga masing-masing, yang dimulai dari lingkungan Senat Akademik masing-masing.

Dijelaskan pula, sebagat lembaga pengambil kebijakan di lingkungan kampus, Senat Akademik tentu sudah memiliki catatan yang cukup panjang, tentang kinerja dan kualitas setiap dosen yang akan diajukan menjadi Direktur Politeknik Sukabumi dan Ketua STIKES Sukabumi, baik kualitas akademik maupun kualitas kepemimpinan dan akseptabilitas. Karena pada umumnya, sistem kepemimpinan yang dianut di lingkungan kampus, yakni kolektif kolegial.

Selain itu juga dijelaskan, sebagaimana fenomena yang terjadi di lingkungan pemerintahan saat ini, dalam memilih seorang calon pimpinan lembaga, sudah dilakukan melalui proses yang terbuka dan amat selektif. Bahkan proses open biding di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, diserahkan kepada para ahli dari berbagai lembaga yang kredibel, seperti UNPAD (Universitas Padjadjaran) dan LAN (Lembaga Administrasi Negara). Untuk itu, Walikota Sukabumi hanya menerima hasil akhir dari calon-calon terbaik, yang selanjutnya melakukan pelantikan. Diharapkannya, melalui proses ini dapat terpilih para pimpinan terbaik, serta transparan dan memenuhi azas keadilan.